Dugaan Korupsi Dana APBD di BUMD Tanjungpinang. Kejari: Akhir April Statusnya Jadi Penyidikan

Ia mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang ini sudah mulai ada perkembangan

Dugaan Korupsi Dana APBD di BUMD Tanjungpinang. Kejari: Akhir April Statusnya Jadi Penyidikan
Tribunnews.com
Ilustrasi Korupsi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kasipidsus Kejaksaan Negri (Kejari) Tanjungpinang, Danang, mengatakan, pihak sudah menemukan ada upaya tindakan melawan hukum dalam penggunaan sewa lahan untuk 10 titik tower.

"Dari 10 titik, ternyata hanya empat titik yang difungsikan. Untuk enam titik sama sekali tidak fungsikan, sementara sewa lahannya sudah dikeluarkan," kata Danang kepada tribun di ruang kerjanya, Rabu (13/4/2016).

Ia mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang ini sudah mulai ada perkembangan.

Dana APBD kota Tanjungpinang senilai Rp 4,1 miliar, dalam penggunaannya selama 5 tahun banyak sekali itemnya. Penyidik fokus dalam penggunaan sewa lahan untuk 10 titik tower tersebut.

Dalam proses penyelidikan mencari tindakan melawan hukum yang didukung alat-alat bukti dan diperkuat keterangan saksi-saksi, aku Danang, pihak terus berkordinasi dengan pihak BPK-P untuk menghitung nilai kerugian negara.

Proses penyelidikan yang sudah berjalan cukup lama ini, Danang menyatakan, pada akhir April 2016 proses penyelidikan sudah ditingkatkan ke penyidikan.(*)

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved