Minggu, 19 April 2026

Tanggapi 'Kegemukan' di BP Batam, Onward: Perekrutan Pegawai Harusnya Melalui Seleksi Ketat

"Dahulu kita bisa melihat pegawai-pegawai yang bekerja di situ memiliki kualitas yang bagus. Saya berharap, perekrutan pegawai di BP Batam nanti harus

Penulis: Thom Limahekin |
Tribun Batam/Anne
Onward Siahaan, anggota DPRD Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Menanggapi ungkapan terkait jumlah karyawan BP Batam yang dianggap 'gemuik' yang diutarakan oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Hatanto Reksodiputro, mendaptakan komentar dari Onward Siahaan, anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan (Dapil) Batam.

Untuk itupun, dirinya mengusulkan agar perekrutan pegawai yang masuk di BP Batam harus dilakukan melalui seleksi yang ketat.

Onward yang mengaku pernah bekerja sebagai pegawai di BP Batam, dan membandingkan proses perekrutan pegawai pada awal BP Batam berdiri dengan saat ini begitu berbeda.

"Dahulu kita bisa melihat pegawai-pegawai yang bekerja di situ memiliki kualitas yang bagus. Saya berharap, perekrutan pegawai di BP Batam nanti harus dibuat seperti dulu. BP Batam tentu memiliki mekanisme dan aturan sendiri dalam merekrut pegawai," tambah Onward.

Baca: Jumlah Karyawan BP Batam Terlalu 'Gemuk'? Ini Penjelasan Kepala BP Batam

Sebelumnya Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Hatanto Reksodiputro mengaku akan menelaah kembali, kebutuhan karyawan di badan tersebut, karena dirinya menilai jumlahnya terlalu 'gemuk'.

"Bahwa jumlahnya besar, iya. Ada 2.700 orang, nanti ditelaah di mana saja," kata Kepala BP Kawasan Batam Hatanto Reksodiputro di Batam, Selasa (12/4/2016).

Jumlah karyawan BP Kawasan Batam mencapai sekitar 2.700 orang, jauh lebih banyak ketimbang badan sejenis, dan nyaris menyamai jumlah Pegawai Negeri Sipil Pemkot Batam sekira 3.000 orang.

Namun, Hatanto menyatakan tidak ingin gegabah dengan melakukan pengurangan jumlah karyawan secepatnya.

Menurutnya, tidak selamanya jumlah besar menandakan terlalu gemuk. Karena bisa saja memang karena kebutuhan lembaga.

"Rencananya akan saya identifikasi kembali. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak," kata dia.

Dia mengatakan, sebagai pimpinan harus bersikap bijaksana menanggapi permasalahan di badan itu.

"Tetapi pada yang sama, organisasi ini harus mampu jalan. Nanti dipikirkan bagaimana caranya, tidak selalu dengan pemotongan," kata dia.

Untuk itu, dia mengatakan masih akan mempelajari berbagai masalah dan isu strategis yang terjadi di kawasan, termasuk isu dualisme pemerintahan dengan Pemkot Batam dan tarik-menarik aset.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved