Pembangunan Pelabuhan Malarko Karimun Senilai Rp 100 M Mangkrak. Kajari: Itu Bukan Biaya Sedikit Loh

“Pelabuhan Malarko itu mau diapakan? Itu bukan biaya sedikit loh. Itu lebih dari Rp 100 miliar loh, sampai sekarang ndak bermanfaat,” ujar Rudi.

Pembangunan Pelabuhan Malarko Karimun Senilai Rp 100 M Mangkrak. Kajari: Itu Bukan Biaya Sedikit Loh
Tribun Batam/Istimewa
Tiang Pancang Pelabuhan Malarko Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Sempat digadang-gadang bakal menjadi pelabuhan kargo terbesar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), nyatanya pelabuhan kargo Malarko di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing sejak dimulai sekitar tahun 2008 lalu, hingga kini tidak jelas nasibnya.

Bahkan terkesan proyek multiyears dengan total nilai pagu anggaran sebesar Rp 225 miliar itu, sia-sia.

Padahal anggaran APBN yang telah digunakan tidak kurang dari Rp 100 miliar.

Pemerintah Kabupaten Karimun menyebut proyek tersebut adalah murni proyek dari pemerintah pusat anggaran APBN tahun 2008.

Mangkraknya proyek pelabuhan kargo Malarko sempat disentil Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai Karimun, Rudi Margono saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kejari Tanjungbalai Karimun dengan Pemkab Karimun, Jumat (15/4/2016) lalu.

“Pelabuhan Malarko itu mau diapakan? Itu bukan biaya sedikit loh. Itu lebih dari Rp 100 miliar loh, sampai sekarang ndak bermanfaat,” ujar Rudi.

Rudi menyebut proyek pelabuhan kargo yang berada di depan perairan Selat Malaka tersebut bukti dari buruknya perencanaan yang dilakukan.

“Itu segmen perencanaan dulu bagaimana? Masuk ke pelabuhannya begitu panjang, mungkin dari perencanaan kalau dihadapi lebih selektif bikin aja dari masuk ke laut ke yang dangkal sehingga jarak jembatan ke pelabuhan dalamnya tidak terlalu jauh,” kata Rudi lagi.

Baca berita selengkapnya diedisi cetak Tribun Batam.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved