Sepi Orderan, Perusahan Galangan Kapal Ini Bakal 'Rumahkan' 40 Persen Karyawannya

dikabarkan akan merumahkan sekitar 40 persen karyawannya akibat sepinya order kapal sejak beberapa bulan terakhir.

Sepi Orderan, Perusahan Galangan Kapal Ini Bakal 'Rumahkan' 40 Persen Karyawannya
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi karyawan galangan kapal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Perusahaan galangan kapal Bintan Offshore (BO) yang beroperasi di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, dikabarkan akan merumahkan sekitar 40 persen karyawannya akibat sepinya order kapal sejak beberapa bulan terakhir.

Manajemen galangan kapal BO pun telah mengirimkan surat pemberitahuan terkait hal itu kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan.

Kepala Disnaker Bintan, Hasfarizal yang dikonfirmasi Tribun Batam pun telah membenarkan perihal rencana perusahaan galangan kapal tersebut.

Namun berapa jumlah pasti pegawai yang terkena imbas tersebut, Hasfarizal mengaku belum bisa memastikannya.

Hasfarizal mengatakan, surat yang diterimanya dari manajemen galangan kapal tersebtu, merupakan surat pemberitahuan rencana merumahkan sejumlah pegawainya.

Namun keputusan apa yang benar diambil perusahaan, apakah merumahakan pegawai atau atau melakukan PHK belum bisa diperjelas.

"Bila opsinya merumahkan, ya pastinya perusahaan bersangkutan (BO) tetap mesti membayar gaji bulanan karyawan sesuai UMK, aturannya kan begitu. Berbeda kalau keputusan diambil berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," Ujar Hasfarizal.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved