ALAMAK. Meski Dijaga Ketat Petugas Lapas, Sepuluh Napi Ini Positif Mengonsumsi Narkoba

Tes urine dilakukan terhadap 441 warga binaan (napi). Hasilnya 10 diantaranya dinyatakan terbukti positif menggunakan narkoba.

ALAMAK. Meski Dijaga Ketat Petugas Lapas, Sepuluh Napi Ini Positif Mengonsumsi Narkoba
TRIBUN BATAM/Aminnudin
Petugas menunjukan barang seperti alat isap bong, pulahan Handphone, senjata Tajam, dan beberapa barang terlarang lainya dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine ke petugas di lapas kelas II A Tanjungpinang beberap waktu lalu, kini giliran penghuni lapas di Tes Urinenya.

Tes urine kali ini, langsung dari Polisi Daerah (Polda) Kepri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri.

Tes urine dilakukan terhadap 441 warga binaan (napi). Hasilnya 10 diantaranya dinyatakan terbukti positif menggunakan narkoba.

"Kepada mereka (napi positif), akan kami serahkan kepada pihak Lapas untuk dilakukan pembinaan,”kata ‎ AKBP Yerry Oskaq, Wadir Reserse Narkoba Polda Kepri ‎usai gelar tes urine.

Tes urine kepada napi tersebut, tambahnya, merupakan bagian dalam bagian Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) 2016.

Tak hanya menggelar tes urine, Satuun reserse narkoba Polda Kepri juga melakukan razia penyalahgunaan narkoba di lapas.

“Dalam razia tadi, kami mengamankan barang barang seperti alat isap bong, pulahan Handphone, senjata Tajam, dan bebarapa barang terlarang lainnya dari dalam sel tahanan maupun dari luar tahanan,”katanya.

Yerry juga mengatakan, dengan ditemukan tahanan yang positif menggunakan narkoba, menandakan tindak pemakaian barang haram di lapas, belum sepenuhnya dapat dicegah.

Maka itu, pihak lapas perlu memperketat pengawasan di instansinya.

“Ini berarti pihak lapas harus memperketat lagi pengawasan,” Jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas kelas II A Tanjungpinang, Djoko Pratito mengatakan, ini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya peredaran narkoba di dalam Lapas.

“Dalam melakukan tes urine ini sangat sulit, dikarenakan jumlah pegawai kami sangat sedikit dan terbatas, tapi kami sangat mendukung dalam pemberantasan narkoba,’'tuturnya.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved