Minggu, 3 Mei 2026

1.800 Karung Bahan Peledak dari Malaysia Menuju Sulawesi Diamankan DJBC Kepri

nahkoda mengaku barang tersebut hendak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk. Akan tetapi di daerah tujuan barang itu bukanlah area pertania

Tayang:
TRIBUN BATAM/Elhadif
Petugas DJBC Kepri amankan kapal bermuatan bahan peledak 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri menangkap sebuah kapal kayu, bermuatan ribuan karung amonium niterat atau bahan pembuag peledak di perairan Tanjung Berakit, Bintan, pada Sabtu (16/4/2016) malam.

Barang yang merupakan bahan untuk membuat peledak tersebut, diamankan dari kapal motor (KM) Harapan Kita oleh kapal patroli BC-2005 DJBC Khusus Kepri yang sekitar pukul 23.00 WIB.

Tujuh orang yang berada diatas kapal, termasuk seorang nahkoda ikut diamankan petugas.

Dari hasil pemeriksaan sementara, amonium nitrate tersebut diangkut dari Malaysia menuju daerah di Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Penegahan dan Sarana Operasi Raden Evy Suhartantyo mengatakan, nahkoda mengaku barang tersebut hendak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk.

Akan tetapi di daerah tujuan barang itu bukanlah area pertanian. Kuat dugaan amonium nitrate akan dipergunakan untuk bahan peledak.

"Disana bukan daerah pertanian yang banyak menggunakan pupuk," kata Evi yang didampingi Komandan Patroli BC-2005 Erwin, Senin (18/4/2016).

Evi juga belum mengetahui berapa total keseluruhan amonium nitrat yang dimasukkan ke dalam karung warna putih tersebut.

"Kita masih lakukan pemindahan dan belum dihitung. Dalam manifest kapal tidak disebutkan jumlah muatannya. Jdi berapa kerugian negara kita juga belum tahu," jelas Evy.

Berdasarkan hitungan sementara di gudang penyimpanan barang bukti, jumlah amonium nitrate muatan KM Harapan Kita tersebut sekitar 1.800 Karung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved