Gempa Bumi di Ekuador

“Warga Putus Asa, Terpaksa Menyisir Puing-Puing Cari Orang yang Dicintai dengan Tangan Kosong"

Suasana duka menyelimut hampir seluruh tanah Ekuador ketika jumlah korban tewas terus merangkak naik menjadi 246 orang dengan 2.527 orang terluka.

“Warga Putus Asa, Terpaksa Menyisir Puing-Puing Cari Orang yang Dicintai dengan Tangan Kosong
AFP
Pekerja berusaha menyelamatkan para korban yang masih hidup di balik reruntuhan bangunan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PERDENALES - Suasana duka menyelimut hampir seluruh tanah Ekuador ketika jumlah korban tewas terus merangkak naik menjadi 246 orang dengan 2.527 orang terluka, Minggu (17/4/2016) petang.

“Semuanya benar-benar hancur,” kata Katrina, warga Perdenales, kota di pesisir barat Ekuador, kepada stasiun TV Ecuavisa.

“Sebagian besar bangunan telah rohoh dan ada banyak yang tewas.”

Wajah indah kota Perdenales dan kota lain di pesisir barat Ekuador telah luluhlantak berubah menjadi tumpukan raksasa puing-puing bangunan.

Ratusan warga kota berlinang air mata meratapi orang-orang terkasih yang tertimbun ronsokan bagunan dan gedung, serta tanah longsor.

Sementara regu penyelamat berusaha menjungkirbalikkan ronsokan dengan traktor untuk menemukan korban, entah hidup ataupun tewas.

Namun, jumlah peralatan berat sangat terbatas. Warga yang “putus asa terpaksa mengais dengan tangan kosong untuk mencari korban di kota-kota pesisir yang telah hancur,” Reuters melaporkan.

Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter telah mengguncang kawasan lepas pantai Pasifik, Sabtu (16/4/2016). Guncangan dirasakan seluruh bangsa Andean berjumlah 16 juta jiwa.

Kuatnya guncangan menyebabkan kepanikan hingga sejauh Quito, ibu kota negara itu yang berada di dataran tinggi. Sebagian besar bangunan di kota itu pun roboh.

Presiden Ekuador, Rafael Correa, bergegas pulang dari perjalanan ke Italia, Minggu malam. “Prioritas yang paling mendesak adalah menyelamatkan orang-orang balik reruntuhan (bangunan),” kicaunya di akun Twitter-nya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved