Sejak Jadi Ketua BPK, Harry Azhar Azis Belum Laporkan Harta Kekayaan, Kata KPK

Menurut KPK, Harry terakhir menyerahkan LHKPN pada 2010

Sejak Jadi Ketua BPK, Harry Azhar Azis Belum Laporkan Harta Kekayaan, Kata KPK
tribunnews batam/anne maria
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Harry Azhar Azis. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis belum juga menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut KPK, Harry terakhir menyerahkan LHKPN pada 2010, saat masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sudah dicek secara manual, baik yang diterima via pos maupun langsung di CS, Pak Harry Azhar Azis belum lapor LHKPN sebagai Ketua BPK," ujar Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN, Cahya Hardianto Harefa, melalui pesan singkat, Rabu (20/4/2016).

Menurut Cahya, Harry Azhar terakhir menyerahkan form B1 pada tanggal 29 Juli 2010, dengan jabatan sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.

Pada umumnya, KPK membuat imbauan melalui surat agar penyelenggara negara yang belum menyerahkan LHKPN segera memenuhinya.

Harry menjadi Ketua BPK sejak Oktober 2014. Berdasarkan ketentuan, penyelenggara negara harus bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan sesudah menjabat.

Selain itu, melaporkan harta kekayaannya pada saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi, dan pensiun.

Berdasarkan data LHKPN 2010 yang dimuat dalam situs acch.kpk.go.id, Harry memiliki sejumlah harta kekayaan dalam berbagai bentuk yang jumlah totalnya mencapai Rp 9.930.243.544 dan 680 dollar AS.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved