DUH! Pegawai Honorer Pemko Medan Ini Ditangkap Karena Ikut Maling Motor

Tersangka Guruh mencuri motor korban saat parkir di depan kantor CV Raja Motor, di Jalan Bahagia By Pass, kata polisi

DUH! Pegawai Honorer Pemko Medan Ini Ditangkap Karena Ikut Maling Motor
KOMPAS.com/Mei Leandha
AKP Martualesi Sitepu saat menginterogasi kedua pelaku maling motor di Polsekta Medan Kota, Selasa (26/4/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -  Dua maling sepeda motor diringkus Polsekta Medan Kota dari dua lokasi berbeda.

Mereka adalah M Guruh (24), warga Jalan Kemiri II, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Kota, yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkot Medan dan Deni Ibrahim Siregar (25), warga Jalan Pelajar, Lorong Keluarga, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu mengatakan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan dua laporan kehilangan.

Guruh diamankan dari rumahnya, namun sepeda motor jenis Scoopy BK 3784 TAY milik Azuar Purba (31), warga Jalan Bajak V, Amplas, Kota Medan, yang dicurinya sudah terjual.

“Tersangka Guruh mencuri motor korban saat parkir di depan kantor CV Raja Motor, di Jalan Bahagia By Pass.

Namun, motor sudah dijual. Tersangka merupakan honorer Pemkot Medan di Dinas Pertamanan yang sudah bekerja selama 10 tahun,” kata Martualesi, Selasa (26/4/2016).

Sementara tersangka Deni Ibrahim diringkus karena mencoba merampok motor milik Ruly Prasetio (29), warga Jalan Rawa, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, pada Kamis (21/4/2016) lalu.

Waktu itu, Ruly bersama kekasihnya, Dea Prasintia (21), warga Jalan Binjai sedang melintas di Jalan Sempurna.

“Personel yang sedang patroli mendengar suara korban mendengar teriakan minta tolong. Ternyata korban dibegal.

Tersangka Deni dalam beraksi tidak sendirian. Dua temannya berinisial R dan P berhasil melarikan diri. Korban sempat dilukai komplotan Deni. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

Martualesi mengatakan, tersangka Guruh akan dikenakan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman di atas lima tahun penjara, dan Deni Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman sembilan tahun penjara.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved