Over Capacity Bikin Sipir Lapas Barelang Ketar-Ketir, Ini Cara Mereka Hadapi Napi agar Tetap Tenang

Banyaknya jumlah penghuni Lapas Klas II A Barelang yang sudah melebihi kapasitas, kerap membuat was-was para sipir.

Over Capacity Bikin Sipir Lapas Barelang Ketar-Ketir, Ini Cara Mereka Hadapi Napi agar Tetap Tenang
Tribun Batam/Argianto
Razia di dalam Lapas Barelang yang dilakukan BNN dan Polisi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Banyaknya jumlah penghuni Lapas Klas II A Barelang yang sudah melebihi kapasitas, kerap membuat was-was para sipir.

Apalagi, saat ini banyak terjadi kericuhan di dalam Lapas yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Hal itu diakui Kasi Binadik Lapas Barelang Luthfi Maulana saat ditemui Tribun Batam, Rabu (27/4/2016).

Baca: Lapas Barelang Hanya Mampu Tampung 400 Napi, Kenyataannya ada 1.350 Orang Ditahan Disana

Selama ini, kata Luthfi, para petugas Lapas sangat hati-hati dalam melaksanakan tugas terlebih dalam memberikan pemahaman kepada para napi.

"Dalam memberikan pembinaan kita lebih mengutamakan pembinaan dengan hati, tanpa ada kekerasan. Hal ini untuk menjaga agar para napi tidak memiliki rasa dendam terhadap sipir," terangnya,

Para sipir dalam melaksanakan pengawasan selalu memberikan perhatian lebih kepada para napi agar tetap tenang menjalani masa hukuman.

"Kami membina warga binaan dengan hati. Sistem kedekatan sebagai sahabat dan keluarga. Dan alhamdulilah sampai saat ini sikap saling menghargai (antara napi dan petugas sipir) tetap terjaga dengan baik,"kata Luthfi.

Kedekatan yang dimaksud adalah sikap sipir untuk mengedepankan nilai sopan santun dan kemanusiaan dalam menghadapi beragam kelakukan dari para napi.

"Kadang mereka berulah, tapi ya tak bisa kita langsung main kasar, tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Nasihati secara baik-baik," ujarnya.

Selain itu, untuk menekan berbagai gejolak dari para napi baik itu terkait kebijakan baru ataupun tekanan dengan masa hukuman, pihak lapas juga rutin menggelar berbagai kegiatan yang positif.

Beberapa diantaranya,  workshop, perlombaan karya seni, pembuatan kerajinan tangan dan lainnya.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengalihan emosi dan gejolak batin dari warga binaan.

"Kalau perbanyak kegiatan positif dalam Lapas, jelas mereka akan terhibur dan lupa akan gejolak yang ada dalam pikiran mereka," kata Lutfhi.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved