Saya Kesal. Ia Selalu Bertanya Kapan Dibelikan Rumah, Kata Ipul yang Kini Menyesali Perbuatannya

Selama tujuh bulan kumpul kebo dengan Marpuah

Saya Kesal. Ia Selalu Bertanya Kapan Dibelikan Rumah, Kata Ipul yang Kini Menyesali Perbuatannya
kompas/jitetkoestana
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Pelaku pembunuhan terhadap pasangan kumpul kebo, Saiful Rohim alias Ipul (47) mengaku, menyesali perbuatannya.

Lelaki yang bekerja sebagai tukang ojek ini, menyatakan tindakannya menganiaya Marpuah (50) menggunakan martil dilakukan secara spontan.

"Habis saya kesal, karena dia (korban) selalu bertanya kapan dibelikan rumah.

Harusnya tidak perlu seperti itu, nanti kalau ada rejeki juga saya belikan," kata Ipul kepada penyidik pada Kamis (28/4/2016) petang.

Ipul mengungkapkan, selama tujuh bulan kumpul kebo dengan Marpuah, dia selalu tertekan.

Hal tersebut dikarenakan perempuan asal Sumatera itu, kerap meminta materi hingga Ipul mengutang ke kerabatnya.

"Dia minta motor saya belikan Honda Vario, terus dia minta televisi saya belikan.

Sekarang minta rumah, yah harusnya sabar nggak usah mendesak seperti itu," ujar Ipul.

"Bukan hanya itu, dia juga orangnya cemburuan kalau saya suka antar penumpang perempuan," tambahnya.

Kepada penyidik, Ipul juga mengaku sebetulnya ia telah menjalin rumah tangga dengan seorang perempuan berinisial H.

Namun karena kerap cekcok, Ipul lalu 'bermain api' dengan berkenalan dengan seorang perempuan bernama Marpuah.

Awal perkenalan mereka dilakukan secara tidak sengaja, ketika pelaku tengah berbelanja kudapan gorengan milik korban di depan SDN Setiadarma, Tambun Selatan.

"Awalnya beli gorengan, terus dia orangnya baik. Jadi saya deketin, terus sempat tinggal bareng di rumah kontrakannya," kata Ipul.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved