Bupati Anambas Belum Tentukan Pengganti Kadinkesnya yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

"Untuk menetapkannya belum, namun saya sudah mengkoordinasikan hal ini dengan Pak Sekda. Kami pun juga sudah meminta kepada Sekretaris Dinas Kesehatan

Bupati Anambas Belum Tentukan Pengganti Kadinkesnya yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
tribunnews batam/septian
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Anambas, Kepri, Moh Said Damrie saat mendapatkan pertolongan medis karena mengeluh sakit dan lemas begitu mendengar dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Puskesmas Keliling (Puskel) tahun anggaran 2013, Sabtu (30/4/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sangat berhati-hati dalam menetapkan pimpinan sementara, pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas pasca-penetapan tersangka Kadinkes, Said Moh Damrie dalam kasus dugaan korupsi.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan, saat pihaknya belum menentukan siapa Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Anambas.

Bupati tidak mengelak mengenai koordinasi yang sudah dilakukan antara dirinya dengan Plh Sekda untuk membahas mengenai hal ini.

"Untuk menetapkannya belum, namun saya sudah mengkoordinasikan hal ini dengan Pak Sekda. Kami pun juga sudah meminta kepada Sekretaris Dinas Kesehatan untuk menghubungi untuk mendengarkan masukan dari yang bersangkutan (Said). Pada intinya, kami ingin agar pekerjaan di dinas tidak sampai terganggu," ujar Bupati, Selasa (3/5/2016).

Penetapan status tersangka, terhadap tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Polres Natuna ini pun, tidak dipungkiri cukup membuat terpukul Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sebelumnya, Sekda Radja Tjelak Nur Djalal ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mess dan asrama mahasiswa Anambas di Tanjungpinang.

Kemudian menyusul Said Moh. Damrie, Yuri Destarius serta Syariffudin yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Natuna.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan BBM, jasa service serta pengadaan suku cadang untuk Puskesmas Keliling (Puskel) tahun anggaran 2013 dengan kerugian Negara hingga Rp 1,2 miliar.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved