Dosen yang Dibunuh Mahasiswa Itu Selama Ini Dikenal Sangat Disiplin dan Disegani
Dia diduga dibunuh setelah cekcok soal skripsi dan nilai akademik dengan Roymando Sah Siregar
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINJAI - Kabar pembunuhan Nur Ain Lubis, dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU), oleh mahasiswanya mengejutkan banyak pihak.
Dia diduga dibunuh setelah cekcok soal skripsi dan nilai akademik dengan Roymando Sah Siregar.
M Azhari Tanjung yang kini berprofesi sebagai jurnalis merupakan mantan mahasiswa Nur Ain di UMSU.
Baginya, Nur Ain sangat berkesan. Selain karena pernah diajar dalam mata kuliah Pengantar Pendidikan, Belajar Pembelajaran dan Profesi Kependidikan, dosen itu yang menandatangani ijazahnya saat lulus.
Menurut Azhari, seperti dilansir Kompas.com dari Tribun Medan, perempuan yang akrab disapa Bu Ain itu adalah sosok dosen yang disegani di UMSU. Dia dikenal low profile, tetapi juga tegas kepada para mahasiswanya.
Sosok Ain juga terbilang "ditakuti" oleh mahasiswi FKIP UMSU. Pasalnya, saat mata kuliah Ain, para mahasiswi yang biasanya menggunakan celana jeans harus membawa rok cadangan.
Sebelum masuk ke dalam kelas, para mahasiswi mampir ke kamar mandi untuk mengganti celana jeans dengan rok panjang agar diizinkan masuk ke kelas oleh Ain.
"Dia (Bu Ain) memang kerap marah kepada mahasiswinya bila menggunakan celana jeans. Bu Ain beralasan bila nanti menjadi guru para mahasiswinya tersebut tidak bisa mengajar dengan menggunakan celana jeans," tutur Azhari.
"Kalau mau menjadi seorang guru, pertama biasakanlah penampilan seorang guru dan menjadi guru itu tidaklah mudah," tambah Azhari menirukan ucapan Ain pada masa itu.
Dalam mengajar, Ain lebih sering menggunakan teknik diskusi setelah menjelaskan mata kuliahnya. Bahkan, dia tak segan-segan menghukum mahasiswanya bila berbuat salah di kelas.
Menurut Azhari pula, para mahasiswa juga rada keder berhadapan dengan Ain jika hendak mendiskusikan mata kuliahnya tetapi tidak menguasai materinya.
"Saya sendiri saat kuliah beberapa waktu lalu memang hampir setiap hari bertemu dengan Bu Ain.
Apalagi saat itu saya juga menjadi relator (ketua kelas). Bu Ain sering meminta saya untuk memfotokopi bahan-bahan mata kuliahnya sebelum masuk kelas.
Selain itu, dalam soal menandatangani berkas Bu Ain termasuk orang yang gampang untuk ditemui. Ia selalu membuka pintunya lebar-lebar kepada mahasiswanya untuk menandatangi berkas untuk meja hijau dan segala macam adminstrasi," ungkap Azhari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dosen-dibunuh-mahasiswa_20160503_115734.jpg)