Bupati Karimun Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Malarko yang Mangkrak ke Pusat

“Kita memang mengharapkan pelabuhan (Malarko) itu dituntaskan karena hampir Rp 250 miliar dana APBN sudah masuk dan masih membutuhkan sekitar Rp 300 m

Bupati Karimun Pertanyakan Pembangunan Pelabuhan Malarko yang Mangkrak ke Pusat
Istimewa
Bupati Karimun Aunur Rafiq 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menggantungkan harapannya ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI agar pelabuhan Malarko di Pelambung, Kecamatan Tebing, Karimun dapat dituntaskan pembangunannya.

Rafiq mengaku, sangat menyayangkan jika proyek dari pemerintah pusat tersebut dihentikan.

Mengingat, dana dari APBN sudah cukup banyak tertelan dalam proyek tersebut. Yakni sekitar Rp 250 miliar dan untuk menuntaskannya masih dibutuhkan suntikan dana sekitar Rp 300 miliar lagi.

“Kita memang mengharapkan pelabuhan (Malarko) itu dituntaskan karena hampir Rp 250 miliar dana APBN sudah masuk dan masih membutuhkan sekitar Rp 300 miliar agar pelabuhan untuk kontainer ini bisa dimanfaatkan,” kata Rafiq.

Rafiq juga menyebutkan saat Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) RI di Jakarta belum lama ini, pihaknya sempat menyingung perihal nasib pelabuhan Malarko dan disetujui untuk dilanjutkan. Hanya saja kapan, Rafiq tidak dapat merincinya.

“Audit itu ditanyakan ke Kementerian Perhubungan karena mereka yang bangun, tidak kita di sini (Pemkab Karimun), bagaimana kelanjutan tentu ada mekanisme dari Kementerian Perhubungan,” jawab Rafiq perihal desakan dilakukan audit proyek pelabuhan Malarko.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved