Breaking News:

MENCENGANGKAN. Ribuan Ikan di Danau Toba Ini Mati. Tidak Ada yang Tahu Penyebabnya

Hingga Kamis (5/5/2016) ikan yang mati telah mencapai 1.500 ton

Editor: Mairi Nandarson
Tribun Medan/ Royandi Hutasoit
Warga Desa Bandar Purba, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun melakukan evakuasi terhadap bangkai ikan Keramba Jaring Apung (KJA) yang mati di perairan Danau Toba akibat kekurangan oksigen dalam air, Rabu (4/5/2016). 

Ia menambahkan, rendahnya kadar oksigen air di perairan Danau Toba juga disebabkan oleh faktor cuaca yang buruk.

"Lalu, ditambah pula kondisi alam yang tidak bersahabat. Empat hari berturut-turut sejak hari Minggu sampai Rabu, kemarin, matahari tidak bagus.

Akhirnya, pengolahan oksigen di danau tidak ada. Seyogianya, kondisi oksigen di air itu minimal 3 DO.

Tetapi, setelah kita ukur di siang hari, ternyata oksigennya di bawah satu. Malamnya, kita ukur lagi, sudah nol oksigennya.

Terjadi krisis oksigen di dalam air. Makanya kemudian kami sarankan ke peternak, ikan yang memang sudah siap dipanen, dipanen saja.

Yang mati segera diangkut. Hasilnya, hari ini tidak ada lagi yang mati," katanya, kemarin.

Jarinsen membantah spekulasi yang berkembang, yang menyatakan bahwa, kematian massal ikan di keramba warga sebagai tindakan politis dari pemerintah.

"Politik? Tidak ada. Logikanya, kalau memang ada tindakan seperti itu (peracunan, dsb), ikan di luar keramba juga mati dong.

Buktinya kan tidak. Ikan-ikan yang hidup lepas itu masih hidup," ujarnya.

Ia mengaku, mendatangkan tim dari kementerian untuk menjawab kecurigaan publik tersebut.

"Makanya saya datangkan profesor itu semalam. Semalam warga sudah berdialog langsung dengan peneliti itu," ujarnya.

Ditanya apakah ke depan warga masih diperbolehkan berternak ikan di perairan Danau Toba, Jarinsen belum dapat memastikan.

Ia sendiri secara pribadi mengusulkan agar dibuat zonasi khusus perikanan dengan aturan yang ketat, dengan fokus utama meminimalisir pencemaran akibat dari usaha keramba ikan.

"Saya menunggu keputusan dari Badan Otorita Danau Toba. Apakah memungkinkan lagi di sana dibuat ternak ikan, saya belum tahu.

Saya tidak dapat mengatakan tidak boleh lagi. Karena ini dilematis. Mau bagaimana rakyat di sekitar Danau Toba itu mencari makan kalau tidak dibolehkan.

Mereka ini pilihannya cuma dua, pariwisata dan perikanan. Pariwisata pun berapa tahun lagi baru bisa menghidupi mereka. Kami akan rapat koordinasi dengan Menteri Kemaritiman, Badan Otorita, dan Menteri Kelautan, untuk mencari solusinya ini," katanya.(tribunmedan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved