Program Bank Sampah di Batam Belum Memiliki Lahan Pengolahan Limbah

"Mesinnya kami sudah punya, lahannya yang belum ada,"

Program Bank Sampah di Batam Belum Memiliki Lahan Pengolahan Limbah
Tribun Batam/Leo
Bank Sampah Milik Solihin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Koperasi pelaksana Program Bank Sampah di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengaku belum mempunyai lahan untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi biji plastik.

"Mesinnya kami sudah punya, lahannya yang belum ada," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Suleman Nababan di Batam, Sabtu (7/5/2016).

Mesin pengolah limbah plastik memerlukan lokasi tersendiri, dan gudang produk.

Koperasi Adijaya menjadi pengelola Bank Sampah berdasarkan Keputusan Wali Kota Batam No KPTS.230/HK/IV/2014 tanggal 28 April 2016.

"Dari Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2016 telah terbentuk Unit Bank Sampah Batam yang dikoordinir oleh Ibu-ibu Tim Penggerak PKK di tingkat Kecamatan, Kelurahan dan RT/RW," kata dia.

Ia menjabarkan, tujuan tujuan Bank Sampah yaitu merubah paradigma "kumpul-angkut-buang" menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Kegiatan pengurangan sampah dalam Bank Sampah dengan pembatasan timbulan sampah, pendauran-ulang dan pemanfaatan kembali sampah.

"Program Bank Sampah menjadi momentum awal membina kesadaran masyarakat untuk memilah, mendaur-ulang dan memanfaatkan sampah karena sampah mempunyai nilai jual yang cukup baik sehingga pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru di Kota Batam," katanya.

Saat ini pengelola Bank Sampah sudah bermitra dengan 165 kelompok warga.

Selama koperasi berdiri, sudah mengumpulkan 12,58 kg plastik, 22 buah gallon, 2,75 kg logam dan 24,06 kg kertas.

"Dari total keseluruhan telah tersalur Rp69.226.800 untuk sampah yang dikelola Bank Sampah Batam," katanya. (*/ant)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved