PK TERPIDANA MATI DI BATAM

Dengar 3 Terpidana Mati asal Batam akan Dieksekusi, Ade: Ya Tuhan,Gegara Dititipi tas Orang Malaysia

Pemindahan tiga terpidana mati dari Batam ke Nusakambangan cukup menarik perhatian warga Batam dan mengagetkan orang-orang yang mengenalnya.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemindahan tiga terpidana mati dari Batam ke Nusakambangan cukup menarik perhatian warga Batam.

Terlebih bagi para mantan napi yang sempat senasib di dalam Lapas Klas II A Barelang.

Pemindahan ketiganya cukup mengagetkan.

"Astaga... Ya Tuhan. Ini dulu tertangkap gara-gara terjebak bawa narkoba, dititipi tas oleh orang Malaysia. Ketiganya kerja di kapal," kata Ade (43), mantan napi yang mengaku sempat menjalani persidangan dalam waktu hampir bersamaan, pada tahun 2007 silam.

Suryanto alias Ationg (53), Agus Hadi alias Oki (53) dan Pudjo Lestari Bin Kateno (42) warga binaan Lapas kelas IIA Barelang dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Minggu (8/5).

Isu bahwa ketiganya termasuk dalam gelombang napi yang akan menjalani eksekusi mencuat karena bersamaan dengan mencuatnya rencana eksekusi oleh Kejaksaan Agung.

Ade sendiri mengaku dirinya juga apes masuk penjara gara-gara dijebak oleh kawannya yang menyuruhnya membawakan sabu.

Ade mengaku divonis dua tahun dan bebas pada tahun 2009 silam.

"Saat itu kami sering satu bus menuju tempat sidang, di Sekupang. Mereka bertiga yang divonis mati, semuanya dulu yang tertangkap ada lima orang," cerita Ade kepada Tribun Batam, Senin (9/5/2016), yang kaget mendengar isu bahwa Suryanto alias Ationg, Agus Hadi alias Oki, dan Pudjo Lestari Bin Kateno akan segera menghadapi regu tembak.

Saat diperlihatkan foto-foto Oki dan Pudjo Lestari saat mengikuti sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Batam setahun silam, Ade sontak terhenyak.

Halaman
12
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved