Mantan Direktur RSUD Karimun Divonis 3 Tahun Penjara. Kuasa Hukum Optimis Bisa Bebas. Ini Alasannya

Agung divonis pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp 100 juta atau subsider kurungan 2 bulan

Mantan Direktur RSUD Karimun Divonis 3 Tahun Penjara. Kuasa Hukum Optimis Bisa Bebas. Ini Alasannya
Tribunnews.com
Ilustrasi Korupsi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun, drg Agung Martyarto divonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kepri di Tanjungpinang, Senin (9/5/2016) bersalah atas kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Karimun senilai Rp 2,2 miliar.

Agung divonis pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp 100 juta atau subsider kurungan 2 bulan.

Vonis hakim tersebut rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yanki 4 tahun 6 bulan.

Atas vonis hakim tersebut, Agung beserta penasehat hukumnya sementara ini menyatakan pikir-pikir dan majelis hakim pun memberikan waktu selama tujuh hari.

“Harapan (bebas) itu masih ada tapi sementara ini klien kami masih pikir-pikir apakah naik banding atau menerima putusan hakim tersebut.

Nanti kalau ada perkembangan terbaru, saya kabari lagi,” ujar Suryadi, Penasehat Hukum Agung, Selasa (10/5/2016) di Karimun.

Dasar keyakinan Suryadi yakni Pasal 2 UU Tipikor perihal memperkaya diri sendiri yang dikenakan kepada kliennya sama sekali tidak terbukti di persidangan.

Kliennya akhirnya dikenakan Pasal 3 UU Tipikor Junto Pasal 55 KUH Pidana tentang memperkaraya orang lain atau persekongkolan.

“Pasal 2, klien saya tak terbukti, karna sama sekali klien kami tidak pernah menikmati sepersen pun. Lalu mereka kenakan Pasal 3 Junto Pasal 55 KUH Pidana, itu perihal persengkolan,” kata Suryadi.(*)

* baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi, Rabu 11 Mei 2016

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved