Mahasiswa dan Alumni STAI Tanjungpinang Bakar Jas Almamater dan Toga di Kamus Mereka Sendiri
Meskipun sudah diwisuda 2015 lalu, namun sampai saat ini para alumni 2015 tak kunjung menerima ijazah.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum (MU) Tanjungpinang dan alumni, menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka sendiri di Jalan Kepodang batu 13, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kamis (12/5/2016).
Mereka menuntut pihak kampus segera mengeluarkan ijazah wisudawan angkatan ke-17.
Pasalnya, meskipun sudah diwisuda 2015 lalu, namun sampai saat ini para alumni 2015 tak kunjung menerima ijazah.
Mereka juga mendesak agar manajemen kampus segera menyelesaikan masalah akriditasi program studi.
Dalam aksinya, massa membakar ban, jas almamater dan toga.
Tak hanya itu, mereka juga membakar benda yang menyerupai pocong yang bertuliskan "RIP Ijazah dan RIP Akreditas".
Hal tersebut mereka lakukan sebagai simbol matinya sistem di kampus tersebut yang berdampak pada merugikan mahasiswanya.
"Kalau sistem tidak mati, tidak mungkin ijazah belum bisa keluar selama itu. Apa perlu kami menunggu setahun lagi. Kami juga minta ada perubahan tidak hanya masalah fasilitas melainkan manajemen keuangan yang kurang transparansi," ujar Riko, mahasiswa jurusan Ilmu Bahasa Inggris yang juga Ketua Forum Peduli STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang dalam orasinya.
Dia juga mengatakan alumni angkatan ke-17 sebanyak 113 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai jurusan diantaranya Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah dan pendidikan Bahasa ingris sampai sekarang belum mendapatkan ijazah.
Dia menilai permasalah itu sangat merugikan lulusan.
Sebab, ijazah merupakan dokumen penting dalam meniti karier dan mencari pekerjaan.
Di tempat yang sama, Diko mewakili alumni mahasiswa angkatan tahun 2015 juga menyampaikan tuntutannya agar pihak kampus serius mengurus ijazah yang saat ini belum keluar, lantaran terkendala akreditasi Prodi.
Dia juga meminta kepastian kapan ijazah mereka bisa keluar.
"Kami minta kepastian, bukan janji-janji lagi, karena sudah masuk bulan ke enam, ijazah wisuda kami sampai hari ini belum ada kabar," tegas Diko. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/uluhan-mahasiswa-yang-tergabung-dalam-forum-peduli-sekolah-tinggi-agama-islam-stai_20160513_101835.jpg)