2050 Karung Bahan Berbahaya Amunium Nitrat dan Kapal Tanker Bermuatan Aspal Diamankan DJBC Kepri

DJBC Kepri mengamankan 2050 karung atau 51.250 kg bahan berbahaya berupa Amunium Nitrat.

2050 Karung Bahan Berbahaya Amunium Nitrat dan Kapal Tanker Bermuatan Aspal Diamankan DJBC Kepri
tribunnews batam/eko setiawan
Akhmad Rofiq (tengah), Kasubdit Penindakan dan penyidikan (P2) Kantor Pusat Bea Cukai saat ekspos penangkapan, Selasa (17/5/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Selama sebulan Operasi Gerhana yang digelar Direktoriat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kepri mengamankan 2050 karung atau 51.250 kg bahan berbahaya berupa Amunium Nitrat.

Barang tersebut diamankan di perairan Selat Malaka.

Amunium Nitrat dibawa oleh kapal KM Harapan Kita dan ditangkap oleh Kapal Patroli BC 20005.

Kasus amunium nitrat ini hanya satu dari 27 kasus penyelundupan yang ditangani DJBC dari lima wilayah.

Baca: Satu Bulan Operasi Gerhana, DJBC Kepri Tangkap 27 Penyelundupan

"Amunium Nitrat ini adalah benda yang berbahaya. Biasaya benda ini digunakan untuk mengebom ikan di erairan. Selain itu, juga ada indikasi untuk kegiatan terorisme," sebut R Evy Suhartantio Kabit Penindakan Sarana Operasi Kanwil Tanjungbalai Karimun yang juga hadir dalam konfrensi pers di Kantor BC Batam, Selasa (17/5/2016) siang.

Selain itu, tim Gerhana juga mengamankan Kapal Tanker Aspal Abadi.

Kapal itu membawa 1890 KL aspal.

Aspal tersebut ditangkap di tengah laut oleh tim patroli yang sedang bertugas. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved