Dua Penyelundup BBM Jenis Minyak Tanah Ditangkap Patroli Polisi Air Polres Karimun

Dua pria, P dan U, diamankan Pol Air Polres Karimun saat hendak menyelundupkan BBM jenis minyak tanah bersubsidi ke Guntung, Kabupaten Inhil, Riau.

Dua Penyelundup BBM Jenis Minyak Tanah Ditangkap Patroli Polisi Air Polres Karimun
tribunnews batam/elhadif
Kasat Pol Air Polres Karimun, Iptu Fahmi Fiandri, saat ekspos perkara penyelundupan BBM di halaman Mapolres, Selasa (17/5/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Dua pria, P dan U, diamankan Pol Air Polres Karimun saat hendak menyelundupkan BBM jenis minyak tanah bersubsidi ke Guntung, Kabupaten Inhil, Riau.

Kedua warga Sawang, Pulau Kundur itu mengangkut barang ilegal tersebut pada waktu subuh untuk mengelabui petugas.

Penangkapan berawal ketika pelaku yang menggunakan KM Karya Mandiri melintas di perairan Lubuk Karimun, Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 04.00 WIB.

Patroli Pol Air Polres yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan.

Hasilnya, petugas menemukan sebanyak 15 jerigen minyak tanah yang ditutupi menggunakan batako dan air mineral.

"Modus pelaku adalah dengan menutupi minyak tanah bersubsidi dengan barang lain. Recananya BBM tersebut akan dibawa ke Guntung," kata Kasat Pol Air Polres Karimun, Iptu Fahmi Fiandri, saat ekspos perkara di halaman Mapolres, Selasa (17/5/2016).

Mendapatkan temuan tersebut, petugas langsung menggiring P dan U beserta kapal motor yang mereka gunakan ke Mako Pol Air di Pulau Karimun Besar.

Keduanya merupakan kurir yang diperintahkan tekong (pemilik).

Dari pengakuan keduanya pada petugas, setiap kali menyelundupkan minyak tanah bersubsidi ke luar Karimun mereka memperoleh upah sebesar Rp 100 hingga Rp 200 ribu.

"Sekarang keduanya sudah diamankan di Mapolres," ujar Fahmi.

Sementara itu seorang tersangka, P mengaku telah enam kali mengangkut minyak tanah berubsidi keluar dari Karimun.

Ia mengatakan pemilik minyak tersebut adalah seorang agen resmi BBM di Sawang, Pulau Kundur berinisial H.

"Biasanya tiga sampai 10 jerigen saja. Ini yang paling banyak (15 jerigen)," kata P.

Dari tangan P dan U, polisi mengamankan satu unit kapal, 15 jerigen minyak tanah bersubsidi (setiap jerigen berisi 35 liter), 129 batu batako, 80 galon air mineral dan 10 kotak air mineral yang digunakan untuk menutupi barang ilegalnya.

Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang UU Migas, serta Jo 55-56 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved