PLN Alami Defisit Daya, Warga Karimun Terancam 'Byar-Pret' Selama Ramadan

Namun akibat terjadinya masalah di PLTU Tanjungsebatak, PLN hanya mampu sebesar 24,5 MW

PLN Alami Defisit Daya, Warga Karimun Terancam 'Byar-Pret' Selama Ramadan
Istimewa
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Suasana bulan suci ramadan di Kota Karimun, ternacam oleh adanya pemadaman listrik bergilir.

Hal itu terjadi setelah PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun mengeluhkan defisit daya mencapai 2 Megawatt, akibat terjadinya sejumlah masalah di PLTU Tanjungsebatak, Kecamatan Tebing.

Meski begitu, Kepala PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun, Dedi Januar mengaku akan berupaya seoptimal mungkin, untuk tidak melakukan pemadaman khususnya bagi listrik masyarakat umum.

Saat ini pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bagi pelanggan hotel.

“Pelanggan hotel sudah (byarpet), sedangkan pelanggan rumah tangga belum dan kami usahakan lah tidak terjadi,” ujar Dedi Januar, Selasa (31/5/2016).

Lebih lanjut dikatakan Dedi, beban puncak PLN mulai sekitar pukul 17.00 WIB yakni sebesar 25,5 MW.

Namun akibat terjadinya masalah di PLTU Tanjungsebatak, PLN hanya mampu sebesar 24,5 MW atau dengan kata lain defisit daya sekitar 2 MW.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved