Ramadan dan Lebaran 2016
Alasan Warga Beli Beras Murah Bulog. Ada Buat Persiapan Puasa. Ada Juga Untuk Dijual Lagi
Warga berbondong-bondong mendatangi lapak penjualan beras murah Bulog
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Menjelang Ramadan, beras bulog diserbu warga Tanjungpinang, seperti terlihat di pasar Bestari Bintan Center, Tanjungpinang, Kamis (2/6/2016).
Warga berbondong-bondong mendatangi lapak penjualan beras murah Bulog.
Mereka tampak mengantri untuk membeli, karena banyaknya warga yang tertarik untuk membelinya.
Kebanyakan dari mereka membeli dalam jumlah banyak, sebagai persediaan menghadapi Ramadan.
"Ini 25 kilogram untuk makan sebulan. Jadi nanti pas puasa tak beli-beli beras lagi sampai lebaran," kata Ria warga Batu 11 Tanjungpinang, Kamis (2/6/2016).
Warga lain mengaku membeli beras Bulog dengan jumlah banyak itu untuk kemudian dijual eceran di warungnya.
Mereka membeli beras bulog dengan harga Rp7.900 per kilogramnya, dan kemudian kembali dijual Rp8.500 di warung mereka.
Sebagian yang lain mengaku membeli dengan jumlah banyak karena punya usaha warung makan.
"Berasnya murah, kualitasnya bisa dibilang bagus Daripada beli beras di toko, swalayan kualitasnya tak jauh beda harganya lebih mahal. Ya mendingan beli beras pemerintah (Bulog-red)," kata Dede warga batu 10.
Menjelang Ramadhan ini, Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Tanjungpinang menurunkan harga jual beras pada operasi pasar rutin di Kota Tanjungpinang.
Beras yang semula dijual seharga Rp8.400 turun menjadi Rp7.900 per kg.
Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, M Wawan Hidayanto beberapa waktu lalu menjelaskan turunnya harga beras sesuai dengan Surat Menteri Perdagangan No. 667/M-DAG/SD/5/2016 tgl 12 Mei 2016 tentang Pelaksanaan Operasi Pasar (OP) Beras. Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Rp8.400 menjadi Rp7.900.
"Ini tujuannya dalam rangka menjaga stabilitas harga beras jelang Ramadhan dan Idul Fitri," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/beras-murah-bulog_20160602_105211.jpg)