Setelah Kematian Suami dan Dua Anaknya, Nenek Suminem Ditemukan Tewas di Sumur Samping Rumahnya
Diduga, korban itu bunuh diri karena mengalami depresi selama setahun ini harus kehilangan tiga orang yang dicintainya
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Warga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang lagi menjalankan ibadah puasa, Senin (6/6/2016) pagi, mendadak gempar.
Pasalnya, seorang warga bernama nenek Suminem (65), ditemukan tewas di dalam sumur, yang berada di samping rumahnya.
Diduga, korban itu bunuh diri karena mengalami depresi selama setahun ini harus kehilangan tiga orang yang dicintainya mulai Samuji (68), suaminya, dan kedua anaknya, Sulanti (22), dan Bibit (18).
Ketiganya meninggal dunia karena sakit namun sampai mereka meninggal dunia, penyakitnya tak diketahui jelas, meski sempat dibawa ke dokter.
Ketiga tubuhnya terus kurus hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
"Sejak suami dan dua anaknya meninggal dunia, kondisi psikis korban terus ngedrop.
Setiap hari, hanya merenung. Maklum, dia ditinggal orang-orang yang dicintainya," tutur Agus Trijayanto, Kades Ngaringan.
Menurutnya, kejadian maut itu diketahui pertama kali oleh Ponisri (40), anak pertama korban.
Dia itu selama ini tinggal serumah dengan korban.
Pagi itu, ia mendengar suara seng yang biasa untuk menutup sumur samping rumah jatuh.
Lalu mendengar suara benda jatuh ke dalam sumur yang semua dikira kucing terjatuh.
Namun karena suaranya cukup keras, ia akhirnya mengecek ke sumur.
Merasa ada yang ganjil dengan jatuhnya seng penutup sumur itu, ia melihat ke dalam sumur.
Begitu melihat ada kaki manusia sedang tubuhnya terbenam ke dalam sumur, ia langsung menjerit histeris karena memastikan itu kaki ibunya.
Warga pun berdatangan.
AKP Purwadi, Kapolsek Gandusari, mengatakan, atas permintaan pihak keluarga, mayat korban tak divisum.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dimakamkan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-dari-sumur_20160607_000608.jpg)