Ban dan Pelek Indonesia Terus Kuasai Pasar Mesir

Produk pelek dan ban asal Indonesia terus merambah pasar Mesir, dengan setidaknya 400 distributor cabang di seluruh negara itu.

m.autobild.co.id
Ilustrasi pelek mobil. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Produk pelek dan ban asal Indonesia terus merambah pasar Mesir, dengan setidaknya 400 distributor cabang di seluruh negara itu.

Berdasarkan data Central Agency for Public Mobilizatioan and Statistic (CAPMAS) Mesir, impor Mesir terhadap pelek dan ban dari Indonesia pada 2015 sebesar 5.513 juta dolar AS atau sekitar 73,6 miliar pada 2015.

Jumlah tersebut, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Mesir, Kairo, Senin (13/6/2016), naik 46,51 persen jika dibandingkan 2.797 dollar pada 2014.

Berdasarkan data CAPMAS, total impor Mesir terhadap produk suku cadang kendaraan dari Indonesia pada 2015 mencapai 86,05 juta dolar.

Perusahaan Ashrafco menjadi salah satu pemain utama dalam memasarkan produk pelek dan ban Indonesia ke pasar Mesir dengan sekitar 400 distributor cabang di seluruh Mesir.

Disebutkan, perusahaan ini telah 18 tahun memasarkan produk pelek dan ban dari Indonesia.

CEO Ashrafco, Hammad Shehata Hammad, berkesempatan untuk buka puasa bersama dengan Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy dan jajaran KBRI, Jum'at (10/6/2016) di Kairo.

Pada kesempatan itu, Hammad menyampaikan, pelek Ashrafco saat ini menguasai 38 persen pangsa pasar pelek di seluruh Mesir.

Dia juga menegaskan tekadnya untuk terus meningkatkan nilai impor pelek dan ban kendaraan dari Indonesia.

Khaled Hammad, Manager Ashrafco, menambahkan, pelek dan suku cadang kendaraan Indonesia termasuk produk yang diminati oleh pasar Mesir.

Meskipun dikenai bea cukai 10 persen dan pajak penjualan 10 persen, produk pelek dan suku cadang kendaraan Indonesia masih bisa bersaing dengan produk dari negara lain di Mesir.

Ashrafco mengimpor pelek dari dua produsen Indonesia yaitu PT Bangun Sarana Alloy dan PT Prima Alloy Steel Universal dan ban kendaraan dari PT Elang Perdana Tyre Industry.

Khaled Hammad mengungkapkan, pihak Ashrafco juga sedang menjajaki peluang kerja sama joint venture dengan perusahaan Indonesia untuk membangun pabrik air aki kendaraan di Mesir dengan memanfaatkan kemudahan investasi di Free Zone Terusan Suez.

Duta Besar Helmy Fauzy berjanji, KBRI akan membantu mempertemukan Ashrafco dengan produsen air aki Indonesia untuk rencana kerja sama joint venture pendirian pabrik air aki kendaraan itu. (kompas.com,Musthafa Abd Rahman)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved