34 Imigran, 20 Diantaranya Anak-Anak Tewas Kehausan Ditinggalkan Penyelundup di Padang Pasir

Menurut pejabat di Kementerian Dalam Negeri Niger, 34 migran itu ditinggal begitu saja oleh penyelundup manusia dalam usaha untuk mencapai Aljazair.

34 Imigran, 20 Diantaranya Anak-Anak Tewas Kehausan Ditinggalkan Penyelundup di Padang Pasir
AFP/Dominique Faget
Sebanyak 34 imigran, termasuk 20 anak-anak, mati kehausan setelah ditinggal begitu saja oleh penyelundup manusia di gurun Niger. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NIAME - Mayat 34 imigran, termasuk 20 anak-anak, telah ditemukan di padang gurun Niger.

Mereka ditinggal mati kehausan oleh para penyelundup manusia.

Pejabat di Niamey, ibu kota Niger, Rabu (15/6/2016), mengungkapkan, puluhan mayat itu ditemukan pekan lalu.

Menurut pejabat di Kementerian Dalam Negeri Niger, 34 migran itu ditinggal begitu saja oleh penyelundup manusia dalam usaha untuk mencapai Aljazair.

"34 orang, termasuk lima pria, sembilan wanita dan 20 anak-anak tewas saat mencoba menyeberangi padang pasir," kata Kementerian Dalam Negeri Niger.

Sebuah sumber keamanan Niger mengatakan, “Mereka mungkin meninggal karena kehausan, seperti yang sering terjadi, dan mereka ditemukan di dekat Assamaka.”

Assamaka adalah pos perbatasan antara Niger dan Aljazair. “(Para migran) itu ditinggalkan oleh penyelundup manusia," tambah pernyataan itu.

Hanya dua mayat sejauh ini telah diidentifikasi, seorang pria dan seorang wanita berusia 26 tahun, keduanya warga Niger.

Ribuan migran ilegal telah tiba di Aljazair dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar dari negara tetangga Mali dan Niger.

Sebenarnya Libya digunakan sebagai tujuan mayoritas migran di sub-Sahara Afrika.

Namun, karena Libya telah jatuh ke dalam kekacauan sejak 2011, Aljazair telah menjadi tujuan utama migran di kawasan.

Banyak migran juga menjadi Aljazair menjadi titik transit menuju Eropa. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved