Ramadan dan Lebaran 2016

Begini Persiapan Pemprov Kepri Sukseskan Mudik Lebaran 2016

Posko akan dibuat di jalur-jalur rawan kemacetan dan padat calon penumpang, dimana setiap posko akan dilengkapi sarana kesehatan.

Begini Persiapan Pemprov Kepri Sukseskan Mudik Lebaran 2016
tribunnews batam/zabur
Sejak Rabu (15/7/2015) dinihari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, Kepulauan Riau (Kepri), telah dipadati para penumpang yang akan berangkat menuju luar pulau Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri bersama-sama Dirlantas Polda Kepri, pengelola bandara dan pelabuhan, serta pihak terkait lain menggelar rapat persiapan arus mudik dan arus balik Lebaran, Kamis (16/6/2016) pagi di PIH.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis‎ mengatakan dari hasil rapat itu, masing-masing kabupaten/kota akan membahasnya kembali untuk mempersiapkan di beberapa jalur keluar-masuk penumpang.

"Mulai besok sudah dibicarakan untuk kesiapan di masing-masing kabupaten/kota lagi. Persiapannya beda-beda, untuk jalur darat dari H‎-7 sampai H+7 Sementara laut dan udara, dari H-12 sampai H+10. Intinya kami pemprov dan operator-operator terkait sudah siap," ujar Muramis.

Seluruh posko-posko arus mudik pun ‎sudah disiapkan di lapangan.

Posko akan dibuat di jalur-jalur rawan kemacetan dan padat calon penumpang, dimana setiap posko akan dilengkapi sarana kesehatan.

Bahkan setiap kendaraan pengangkut penumpang sudah dicek oleh tim dari pusat.

"Kelaikan kendaraan sudah dicek oleh pusat. Nanti tim daerah juga akan mengecek kembali, karena keselamatan penumpang nomor satu. Targetnya pak menteri, zero accident.‎ Besok pak menteri rencananya juga akan turun ke Batam memeriksa kesiapan jelang lebaran," tutur Muramis.

Sementara itu, Wakil Direktur (wadir) Lantas Polda Kepri, ‎AKBP Windiyanto mengatakan, pihaknya akan menempatkan personel dibeberapa titik rawan macet, termasuk pelabuhan.

"Kita mengantisipasi adanya antrian kendaran atau penumpang yang menyebrang ataupun yang berangkat melalui jalur udara. Kami akan lakukan rekayasa lalu lintas terbatas. Tapi yang terutama harus ada kantong parkir yang memadai," ucap AKBP Windiyanto.

‎Muramis‎ menyatakan setiap pelabuhan, sudah diantisipasi semua, terutama di Pelabuhan Telaga Punggur yang diprediksi akan macet sekali nantinya.

"Untuk di Punggur kita sudah siapkan parkir di lahan kosong yang di atas itu. Kapasitasnya 600 mobil baik besar dan kecil. Nanti untuk mobilitas calon penumpang dari tempat parkir ke pelabuhan, begitu juga sebaliknya akan dibantu dengan bus khusus. Kita sediakan bus khusus untuk naik turun itu, jumlahnya saya lupa. Minimal ada satu," ucap Muramis.

‎Untuk mencegah kemacetan di laut juga, pemerintah memutuskan agar kapal tidak lagi berangkat sesuai jadwal.

"Tidak lagi per 15 menit berangkat. Tapi per penuh. Setiap kapal penuh langsung berangkat," ujar Muramis. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved