Saya Tergiur dengan Upahnya yang Mulia, Kata Ramil yang Terjerat Kasus Kurir Sabu 764 Gram

Hal ini akui Ramli mejawab pertanyaan Majelis Hakim yang dipimpin Zulkifli dengan didampingi Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor

Saya Tergiur dengan Upahnya yang Mulia, Kata Ramil yang Terjerat Kasus Kurir Sabu 764 Gram
TRIBUN BATAM/ ZABUR A
Ramli saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (21/6/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Terdakwa Ramli telah dua kali menjadi kurir narkoba jenis sabu seberat 764 gram yang dibagi menjadi 7 paket.

Hal ini akui Ramli mejawab pertanyaan Majelis Hakim yang dipimpin Zulkifli dengan didampingi Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor.

Ramli mengaku diperintahkan Adi (DPO) WNI yang bekerja di Malaysia.

Dalam aksinya, terdakwa dijanjikan akan diberi upah Rp 21 juta jika bisa membawa 764 gram narkotika, jenis sabu-sabu kepada pemesannya di Medan.

"Saya tergiur dengan upahnya itu Yang Mulia, makanya saya nekat saja penuhi kemauan Adi," kata Ramli.

Terdakwa juga mengatakan, membawa 7 paket dari 764 gram sabu-sabu.

Sebanyak 4 paket seberat 436 gram dimasukkan terdakwa dalam tabung silikon dan dibawa, hanya menggunakan kantong plastik biasa yang ditentengnya.

"Sisanya, saya masukkan ke dubur. Ada 3 bungkus yang beratnya sekitar 328 gram," ujar terdakwa.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved