Ramadan dan Lebaran 2016

Penumpang Kapal Pelni Keluhkan Ketersedian Tiket. 'Didalam katanya Habis, Di Calo Kok Masih ada?'

"Kami sangat heran pegawai di loket tiket bilang sudah habis terjual. Tapi di luar kantor, kenapa masih ditawarkan?

Penumpang Kapal Pelni Keluhkan Ketersedian Tiket. 'Didalam katanya Habis, Di Calo Kok Masih ada?'
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Suasana halaman Kantor Pelni di Sekupang Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penjualan tiket di sekitar area loket milik PT Pelni (Persero) Cabang Batam yang terletak di Tanjungpinggir Sekupang, terkesan tak melakukan penertiban terhadap aksi percaloan.

Mengingat banyak warga yang mengeluhkan dan mengaku heran pada sistim penjualan tiket yang ada di Kantor Pelni.

Bahkan sejumlah calon penumpang kapal milik PT Pelni (Persero) Cabang Batam mengaku sangat sulit mendapatkan tiket di kantor loket yang terletak di Jalan RE Martadinata, Tanjungpinggir, Sekupang.

Anehnya, di luar loket tiket sejumlah pria yang diduga kuat sebagai calo menyodorkan kepada calon penumpang tiket dengan harga tinggi.

"Kami sangat heran pegawai di loket tiket bilang sudah habis terjual. Tapi di luar kantor, kenapa masih ditawarkan?," kata Alfonso calon penumpang Batam-Tanjungpriok saat ditemui sekitar kantor, Kamis (30/6/2016) siang.

"Heranlah. Kenapa bisa begini? Gak apa-apa kita beli harga tinggi kalau nama kita sesuai KTP. Tapi mereka (para calo yang menunggu di luar kantor,red) hanya memberikan tiket secara utuh dengan nama orang ketiga ada tertera di tiket," timpal Tia warga lain.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Batam Muhammad Jefri Simanjuntak saat dimintai tanggapan meminta agar pihak Pelni tak main-main dalam masalah tiket penumpang.

Lantaran nama yang tertera di dalam tiket, sebagai penentu identitas manakala ada hal-hal yang tak diinginkan saat berlayar.

"Kami minta Pelni, agar jangan main-main dalam hal (penertiban) itu. kita patut duga memang oknum di Pelni sendiri ada yang bermain. Agar fair, pada pintu masuk kapal calon penumpang harus memperlihatkan tiket dan KTP. Jika tak sesuai jangan dinaikan. Ini bahaya kalau terbiarkan," katanya ketika dihubungi via telepon.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari PT Pelni terkait hal ini. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved