Ramadan dan Lebaran 2016

Pedagang Otak-otak 'Kebanjiran Rezeki' di Pantai Trikora Bintan

"Setiap musim liburan lebaran, memang selalu ramai masyarakat yang datang ke sini, secara tidak langsung menambah penghasilan bagi kami (pedagang) jug

Pedagang Otak-otak 'Kebanjiran Rezeki' di Pantai Trikora Bintan
Istimewa
Pedagang Otak-otak di kawasan Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Musim liburan Hari Raya Idul Fitri 2016 lalu, di manfaatkan dengan maksimal oleh sejumlah pedagang yang menjajakan barang dagangannya di kawasan wisata Pantai Trikora, Bintan.

Mengingat, pada musim liburan tersebut kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara dari beberapa daerah dan negara.

"Setiap musim liburan lebaran, memang selalu ramai masyarakat yang datang ke sini, secara tidak langsung menambah penghasilan bagi kami (pedagang) juga," ungkap Ahong, pedagang otak-otak.

Pada saat ini, jelas Ahong, dirinya mampu menjual ratusan hingga ribuan makanan tradisional Kepri tersebut kepada wisatawan.

Ada yang sekedar untuk oleh-oleh maupun disantap bersama-sama di tepi Pantai Trikora.

Sebagaimana diketahui, Makanan khas ini selain terbuat dari jenis ikan seperti tengiri, kakap, atau ikan-ikan lainnya yang berdaging putih, otak-otak bisa juga terbuat dari sotong atau yang lebih akrab kita kenal dengan cumi-cumi.

Sebagai salah satu daerah penghasil sea food, Kepulauan Riau yang didominasi oleh lautan, maka berbagai jenis ikan atau sotong yang digunakan sebagai bahan dasar otak-otak tersebut merupakan tangkapan langsung dari laut.

Dalam pembuatannya, ikan atau cumi digiling hingga halus dan dicampur dengan berbagai rempah-rempah sebagai bumbu penyedap.

Gilingan ikan atau cumi yang sudah dibumbui tersebut kemudian dicampur dengan santan kental serta telur dan diaduk hingga merata.

Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan menggunakan daun kelapa yang masing-masing sisi ujungnya dijepit, bisa dengan lidi, atau bisa juga dengan menggunakan stapler.

Adonan yang sudah dibungkus tersebut kemudian dibakar dengan menggunakan bara api hingga matang.(*/min/isu)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved