YA AMPUN, Saking Banyaknya Pegawai Dirazia karena Bolos, Layanan Publik di Kota Ini Lumpuh

Sebuah kota kecil Italia terpaksa menghentikan layanan publiknya setelah lebih dari separuh pegawai kota ditangkap karena bolos bekerja.

YA AMPUN, Saking Banyaknya Pegawai Dirazia karena Bolos, Layanan Publik di Kota Ini Lumpuh
www.lifeinitaly.com
Absensi pegawai di Italia.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ROMA- Sebuah kota kecil Italia terpaksa menghentikan layanan publiknya setelah lebih dari separuh pegawai kota ditangkap karena bolos bekerja.

Kepolisian kota Boscotrecase, di sebelah selatan Napoli, menahan 23 orang pegawai pemerintah kota sebagai bagian dari upaya mengurangi kebiasaan membolos para pegawai negeri di seluruh Italia.

Akibat terlalu banyaknya pegawai yang ditahan membuat pelayanan publik lumpuh sehingga memaksa wali kota menutup sebagian kantor pemerintah.

Dalam sebuah investigasi panjang, polisi membuntuti dan merekam kegiatan para pegawai "nakal" ini.

Mereka terekam hanya melakukan absen masuk dan kemudian pergi untuk urusan pribadi.

Dalam penyelidikan panjang ini, polisi mengungkap setidaknya 200 kasus pegawai negeri membolos.

Berbagai upaya dilakukan para pegawai itu untuk menipu negara. Beberapa mencoba menutupi kamera CCTV sebelum menggesekkan dua kartu ke mesin absen, miliknya sendiri dan milik kawan kerjanya.

Beberapa pegawai bahkan pura-pura mengangkut kardus di atas kepala untuk menutupi idetitas mereka.

Uniknya, salah satu yang ditahan dalam razia pegawai membolos itu adalah kepala kepolisian lalu lintas kota Boscotrecase. Para pembolos ini dijerat dakwaan telah melakukan penipuan terhadap negara.

"Saya kemungkinan harus menutup balai kota juga," kata wali kota Boscotrecase, Pitero Carotenuto kepada Sky Italia.

Ke-23 pegawai yang membolos itu juga dikenai sanksi skors antara enam hingga 12 bulan serta dinonaktifkan dari jabatan selama investigasi berlangsung.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Maret lalu hampir seperempat pegawai negeri di Roma juga diketahui kerap membolos dengan sebagian besar mengaku jatuh sakit.

Pada 2015 sebanyak 5.286 orang dari 23.083 pegawai negeri atau sekitar 22 persen tercatat pernah membolos.

Tahun lalu, sebanyak 35 pegawai pemerintah ditahan di kota San Remo karena membolos dan 195 orang lainnya berada di bawah penyelidikan. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved