China Tegur Australia: Jangan Turut Campur di Laut China Selatan

Saat itu Menlu Bishop menyatakan China harus menaati keputusan PBB dan Australia akan tetap melanjutkan hak kebebasan navigasi di wilayah itu

China Tegur Australia: Jangan Turut Campur di Laut China Selatan
REUTERS
Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEIJING -  China telah melontarkan teguran keras kepada Australia, meminta Negeri Kangguru itu untuk tidak turut campur di Laut China Selatan atau menanggung risiko rusaknya hubungan bilaterial kedua negara.

Kementerian Luar Negeri China mengaku kaget mendengar pernyataan Menlu Australia Julie Bishop yang disampaikan melalui Program AM di salah satu radio milik ABC pada hari Rabu (13/7/2016).

Saat itu Menlu Bishop menyatakan China harus menaati keputusan PBB dan Australia akan tetap melanjutkan hak kebebasan navigasi di wilayah itu.

China menyebut peradilan PBB yang memutuskan bahwa China tidak memiliki hak di Laut China Selatan sebagai lelucon, konspirasi Amerika, dan menyebut keputusan itu sebagai sampah kertas.

Sekarang China mengarahkan retorika keras dan ancamannya kepada Australia dan Menlu Bishop.

Juru bicara Kemenlu China Lu Kang, menilai desakan Julie Bishop agar China menaati keputusan itu, dan bahwa keputusan itu final dan mengikat, adalah keliru.

"Australia seharusnya tidak memperlakukan putusan ilegal dari pengadilan arbitrase ilegal sebagai hukum internasional," tegasnya.

Dia memperingatkan pernyataan Bishop, bahwa Australia akan tetap melanjutkan kebebasan navigasi penerbangan dan patroli di Laut China Selatan, akan mengancam hubungan bilateral kedua negara.

"Australia bukan pihak dalam isu Laut China Selatan," kata Lu Kang. "Kami berharap Australia menaati janjinya untuk tidak mengambil posisi tertentu ketika terjadi sengketa teritorial."

China marah atas klaim Menlu Bishop bahwa reputasi China sebagai negara superpower baru bisa terganggu jika mengabaikan keputusan itu.

Lu Kang memperingatkan Australia agar tidak menganggap hukum internasional sebagai permainan.

"China telah mengirimkan keberatan kepada Australia terkait pernyataan keliru yang disampaikan pemimpin Australia," katanya. "Kami tegas terhadap hal ini."

Dalam dalam nada lebih mengancam, China menyatakan akan merespon secara tegas siapa pun yang melakukan provokasi terhadap kepentingan keamanannya di Laut China Selatan.

China menyatakan memiliki hak mengembangkan zona pertahanan udara guna melindungi kepentingannya dan setiap bentuk kebebasan navigasi penerbangan dan patroli oleh Australia akan dipandang dengan tantangan langsung oleh Beijing.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved