Upaya Kudeta di Turki

Imbas Kudeta Turki, Penerbangan Istanbul-Jakarta Terlambat 6 Jam

Akibat kudeta oleh sekelompok elemen militer Turki, penerbangan di Bandara Ataturk terlambat.

Imbas Kudeta Turki, Penerbangan Istanbul-Jakarta Terlambat 6 Jam
Kompas.com/Prasetyo Eko P
Situasi di ruang tunggu Bandara Antalya, Turki, Sabtu (16/7/2016). Tidak terlihat ada pengamanan ketat, tidak ada tentara atau polisi. Bandara ini tak terpengaruh oleh rencana kudeta yang gagal di Ankara dan Istanbul. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akibat kudeta oleh sekelompok elemen militer Turki, penerbangan di Bandara Ataturk terlambat.

Salah satunya adalah penerbangan menuju ke Jakarta.

"Posisi saat ini di bandara pukul 07.10 (waktu Turki). Matahari sudah terang. Saya tetap duduk mengamati situasi dan layar pengumuman penerbangan yang semakin banyak delayed," kata anggota Delegasi Republik Indonesia (DelRI) untuk 40th World Heritage Site, Muhammad Muslich, saat dihubungi KompasTravel dari Jakarta Sabtu (16/7/2016) pukul 11.15 WIB.

Ia menjelaskan, banyak maskapai penerbangan yang mengalami penundaan maupun dibatalkan. Menurut Muslih, penerbangan tujuan Jakarta belum muncul di layar informasi.

"Saya dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Timbul Batubara dari Istanbul mau menuju Jakarta dengan pesawat Turkish Airline Sabtu pukul 02.00 dini hari waktu Istanbul. Sampai sekarang sudah delay 6 jam," kata dia.

Forum 40th World Heritage Site diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 10-20 Juli 2016. Forum yang membahas situs warisan budaya dunia itu diikuti oleh 21 perwakilan negara-negara di dunia anggota World Heritage Commitee.

Adapun tim DelRI untuk 40th World Heritage Site di Istanbul berjumlah 11 orang.

Anggota delegasi terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ahli bidang warisan alam, ahli bidang warisan budaya, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, tim duta besar untuk UNESCO, dan mitra pemerintah Wildlife Conservation Society (WCS).

Sekelompok elemen militer Turki mengklaim telah menguasai negeri itu pada Sabtu (16/7/2016) malam waktu setempat dan langsung memicu bentrokan berdarah di Istanbul dan Ankara.

Fotografer AFP melaporkan telah menyaksikan tentara menembaki warga yang berkumpul di dekat salah satu jembatan Selat Bosphorus di Istanbul.

Sementara itu, kantor berita Anadolu mengabarkan, gedung parlemen Turki di Ankara diserang dengan menggunakan bom.

Saat ini, Pemerintah Turki mengumumkan telah mengendalikan situasi. (kompas.com, Wahyu Adityo Prodjo)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved