Narapidana Kabur Ditangkap, Kakak:"Jangan Bawa Adik Saya, Saya Baru Ketemu Dia Lagi”

Tangis histeris mengiringi penangkapan Anwar alias Rijal, narapidana yang kabur dari Rutan Salemba beberapa waktu lalu.

Istimewa/Polda Metro Jaya
Selebaran Sayembara polisi untuk menangkap Rizal alias Anwar, Napi kasus perkosaan dan pembunuhan ?yang kabur dari Rutan Salemba. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Tangis histeris mengiringi penangkapan Anwar alias Rijal, narapidana yang kabur dari Rutan Salemba beberapa waktu lalu.

Satu kakak Anwar, Linda menangis histeris saat sang adik dibekuk polisi di rumah salah satu keluarganya di Kampung Barengkok, Batok, Tenjo, Kabupaten Bogor pada Kamis (14/7) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Jangan bawa adik saya, saya baru ketemu dia lagi," ucap Linda sambil beraung-raung di lokasi.

Mendengar tangisan histeris Linda, salah satu kakak laki-laki Anwar bernama Andri mencoba menenangkan.

Namun bukannya berhenti menangis, Linda malah semakin histeris. Ia terus meronta-ronta saat melihat adiknya di borgol dan hendak dibawa polisi ke mobil.

"Anwar, Anwar, Anwar jangan pergi," teriak Linda.

"Pak polisi jangan bawa adik saya," sambung Linda.

Selain Linda, para keponakan Anwar yang masih kecil-kecil juga ikut menangis. Mendengar tangisan keluarga Anwar, tak mengurungkan niat polisi untuk membawa Anwar mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membawa Anwar ke dalam mobil berwarna silver.

"Sudah cepat masukkan ke mobil," ucap Krishna.

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved