Upaya Kudeta di Turki

Pascagagalnya Kudeta Turki, Begini Pengaruhnya terhadap Saham di Asia Hari Ini

Pasar saham Asia dibuka flat pada transaksi hari ini, Senin (18/7/2016).

Pascagagalnya Kudeta Turki, Begini Pengaruhnya terhadap Saham di Asia Hari Ini
kontan.co.id
Aktivitas perdaganan saham 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TOKYO-  Pasar saham Asia dibuka flat pada transaksi Senin (18/7/2016).

Di Australia, indeks ASX 200 dibuka dengan kenaikan 0,11 persen pada pukul 08.00 WIB. Sektor finansial berhasil menyokong kenaikan indeks Negeri Kanguru itu.

Adapun pergerakan sejumlah saham yang turut mempengaruhi ASX 200 antara lain: Rio Tinto yang turun 0,38%, Fortescue turun 1,54 persen, dan BHP Billiton Ltd turun 0,49%.

Sedangkan indeks di Korea Selatan dibuka dengan penurunan 0,13 persen. Adapun indeks NZX 50 di Selandia Baru bergerak flat di level 7.079,52.

Sementara, pasar saham di Jepang ditutup karena perayaan Hari Marinir.

Bursa Asia tengah mencari arah pergerakan seiring minimnya perilisan data ekonomi pada pekan ini di Asia. Investor juga memilih untuk berisitirahat sejenak untuk mengamati perkembangan global, khususnya kegagalan kudeta militer di Turki pada Jumat (15/7/2016) lalu.

Sekadar mengingatkan, kudeta militer yang bertujuan untuk menggulingkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebabkan ratusan orang tewas, baik dari sipil maupun militer. Kondisi ini sempat mengirimkan mata uang lira ambles terhadap dollar AS dan euro.

Posisi terakhir, lira diperdagangkan pada level 3,0189 per dolar AS. Sebelum terjadinya insiden kudeta, lira stabil di bawah level 2,90 per dolar AS.

Kudeta Turki juga menyebabkan bursa AS ditutup beragam pada akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan tipis 0,05 persen menjadi 18.516,55.

Sedangkan indeks S&P 500 ditutup turun 0,09 persen menjadi 2.161,74.

"Pasar saham Asia sepertinya tidak terlalu terganggu dengan penutupan pasar saham AS pasca kudeta Turki. Pekan ini akan memutuskan apakah bursa saham akan bergerak naik atau terjadi pembalikan arah secara tajam," jelas Angus Nicholson, market analyst IG Ltd.

Nicholson juga menambahkan, berita gagalnya kudeta Turki bisa menjadi sentimen negatif di emerging market. (kontan)

Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved