Banyak Warga Pertanyakan Kepastian Penahanan Mantan Sekda Anambas oleh Kejaksaan Tinggi

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Anambas juga menanyakan perihal informasi tersebut

Banyak Warga Pertanyakan Kepastian Penahanan Mantan Sekda Anambas oleh Kejaksaan Tinggi
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Radja Tjelak Nur Djalal Saat memimpin Apel sebelum pamit kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Penahanan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal, rupanya memancing penasaran masyarakat Anambas.

Beberapa dari mereka bahkan ada yang mencari tahu dengan menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada kerabat yang berada di Tanjungpinang, hingga kepada awak media di Anambas.

"Dapat informasi, katanya Beliau ditahan? Apa benar?," ujar Riadi, soerang warga Anambas Senin (18/7/2016).

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Anambas juga menanyakan perihal informasi tersebut.

Ahmad yang kini berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pemkab Anambas itu, mengaku baru mendapat informasi mengenai penahanan mantan Sekda Anambas itu saat berada di Pulau Jemaja.

"Benar ya Bang seperti itu. Tadi dapat informasi dari kawan di Tarempa seperti itu, kapan ? kebetulan tengah di Jemaja. Ingin membuka internet untuk membuka link berita cukup sulit," katanya.

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) menahan mantan Sekda Kepulauan Anambas Radja Tjelak Nur Djalal ke Rutan Kelas IB Tanjungpinang setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi beberapa bulan lalu.

Ia tetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus korupsi proyek pengadaan asrama mahasiswa Anambas di Tanjungpinang tahun 2010 sekitar Rp 5 miliar.

Dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 164 tahun 2010, Radja Tjelak menjabat sebagai Pengguna Anggaran (PA), sementara Zulfahmi sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus sekretaris tim pengadaan.

Selain Radja, Zulfahmi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Kepulauan Anambas juga ditetapkan sebagai tersangka tanggal 11 Mei 2016. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 20 Juli 2016

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved