Siswi SMA Hilang di Batam

Jaksa Tuntut Wardiaman Zebua dengan Hukuman Mati

Namun JPU tidakmembacakan hasil keterangan yang pernah disampaikan dalam sidang beberapa waktu lalu

Jaksa Tuntut Wardiaman Zebua dengan Hukuman Mati
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Petugas menggiring wardiaman usai bacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri, Batam, Selasa (19/7). Jaksa menuntut terdakwa pembunuhan dian milenia afifa tersebut dengan hukuman mati. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menuntut Wardiaman Zebua alias Ardin dengan hukuman mati.

Tuntutan itu dibacakan secara bergantian oleh Jaksa Rumondang Manurung dan Jaksa Andi Akbar yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (19/7/2016) sore.

Sidang itu dipimpin Zulkifli dengan didampingi Imam Budi Putra Noor dan Endi Nur Indraputra.

Sementara terdakwa Wardiaman Zebua di dampingi tim penasihat hukum (PH)

Dalam tuntutannya JPU menyampaikan secara detail seluruh nama saksi di antaranya 21 saksi fakta, 5 saksi ahli dan 3 orang saksi meringankan (A De Charge), termasuk ibu dan ayah kandung Dian Melenia Trisna Afifa alias Nia (korban) masing-masing Isnah, Bob Vages serta adik kandung korban, Annisah.

Namun JPU tidakmembacakan hasil keterangan yang pernah disampaikan dalam sidang beberapa waktu lalu.

JPU meyakini terdakwa Wardiaman Zebua terbukti secara sah dan meyakinkan menghilangkan nyawa korban dan kemudian menyetubuhinya.

Sesuai dengan dakwaan Pertama, Primair Pasal 340 KUHP dan Kedua Pasal 80 ayat (1) UU Perlindungan Anak.

Dalam pertimbangan JPU, perbuatan Wardiaman Zebua terbukti melanggar ketentuan beberapa pasal yang disampaikan JPU dan dinyatakan melakukan perbuatan yang sangat keji.

“Sebelum menyetubuhi korban, tedakwa menusukkan pisau ke punggung korban hingga tembus kerongga dada.
Selanjutnya, terdakwa menyetubuhi korban di tengah hutan Sei Ladi. Kemudian terdakwa kembali menggorokkan pisau ke leher korban untuk memastikan benar-benar tewas,” ujar JPU Rumondang membacakan tuntutan.

JPU meminta Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa karena meyakinan dan sah bersalah menghilangkan nyawa seseorang dan menyetubuhi.

“Dengan ini, kami meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman mati. Membebankan biaya perkara kepada Negara,” katanya.

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa Wardiaman Zebua akan mengajukan pembelaan atau Pledoi secara pribadi. Begitu juga dengan tim PH terdakwa akan membacakan pledoi. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 20 Juli 2016

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved