Kita Tunggu Saja Jam 12 Malam Nanti. Ramadhan Pohan Ditahan Apa Tidak, Kata Penyidik

Mengenai kemungkinan penahanan mantan calon wali kota Medan periode 2011-2016 itu, pihak menyidik belum bisa memastikan hal ini

Kita Tunggu Saja Jam 12 Malam Nanti. Ramadhan Pohan Ditahan Apa Tidak, Kata Penyidik
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan dijadikan sebagai tersangka kasus penipuan senilai Rp 15,3 miliar.

Uang itu disebut-sebut untuk dana Ramadhan sebagai calon wali kota Medan.

Saat ini dia sedang menjalani penyidikan intensif di ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.

Mengenai kemungkinan penahanan mantan calon wali kota Medan periode 2011-2016 itu, pihak menyidik belum bisa memastikan hal ini.

"Itu kewenangan penyidik, saya belum bisa menjawabnya," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Rabu (20/7/2016).

Menurut Rina, berdasarkan Laporan Polisi (LP) yang pertama, saat dijemput, Ramadhan sudah berstatus tersangka. Namun, surat perintah penangkapannya ditandatangani setelah sampai di Polda Sumut.

"Rekan-rekan tahu, penangkapan itu 24 jam. Setelah nanti 24 jam, penyidik akan menilai apakah penangkapan perlu dilanjutkan dengan penahanan atau tidak. Itu kewenangan penyidik, saya tidak bisa menjawab di sini," elaknya.

"Kemungkinan itu bisa ya, bisa tidak," kata Rina menjawab pertanyaan wartawan soal penahanan ini.

"Kita tunggu saja, nanti sama-sama kita tanya penyidiknya. Jam 12 malam nanti, kita lihat RP ditahan atau tidak," sebut Rina.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Forum Rakyat Sumatera Utara (FORSU) Faisal Nasution mengatakan, penangkapan Ramadhan Pohan merupakan preseden buruk yang diperlihatkan para calon pemimpin yang ingin duduk di tampuk kekuasaan. Bahwa keharusan memiliki modal besar untuk membayar semua ambisi-ambisinya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved