Bagaimana Prosedur Tax Amnesty untuk Kekayaan yang Ditempatkan di Luar Negeri?

Untuk harta kekayaan yang disimpan di luar negeri, pemerintah memberikan pilihan.

Bagaimana Prosedur Tax Amnesty untuk Kekayaan yang Ditempatkan di Luar Negeri?
TRIBUN BATAM/DEWI HARYATI
Sosialisasi tax amnesty yang diselenggarakan KPP Pratama Batam Selatan di kampus Politeknik Batam, Selasa (19/7/2016). Kepala KPP Pratama Batam Selatan, Gunung Herminto Siswantoro nomor satu paling kiri. 

Untuk harta kekayaan yang disimpan di luar negeri, pemerintah memberikan pilihan.

Apakah harta kekayaan tersebut akan dialihkan ke dalam negeri atau repatriasi, atau cukup dideklarasi ke KPP.

Memang untuk kedua hal itu, uang tebusan yang ditawarkan berbeda.

Jika dialihkan, besaran uang tebusan yang ditetapkan mulai 2-5 persen, jika tidak dialihkan besaran uang tebusan mulai 4-10 persen.

Bagi wajib pajak UKM, besaran uang tebusannya lain lagi. Mulai 0,5-2 persen.

Ada beberapa pilihan sumber investasi yang ditawarkan pemerintah, bagi masyarakat yang memanfaatkan tax amnesty.

Untuk jangka waktu minimal tiga tahun, harta tersebut tidak dapat diambil, namun dapat dialihkan dalam bentuk investasi lain.

"Ya, jadi bisa dialihkan dalam bentuk lain. Seperti reksa dana, properti, obligasi, surat berharga, investasi pasar uang, pembangunan infrastruktur seperti bangun jalan tol, juga bisa," kata Gunung. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved