Sebunyikan Tiga Paket Sabu dari Malaysia dalam Anus. Ramli Dihukum 15 Tahun Penjara

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa mengaku disuruh terdakwa Adi, WNI yang bekerja di Malaysia

Sebunyikan Tiga Paket Sabu dari Malaysia dalam Anus. Ramli Dihukum 15 Tahun Penjara
TRIBUN BATAM/ZABUR A
Sebunyikan Sabu Dalam Anus, Ramli Dihukum 15 Tahun Penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (21/7/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebunyikan 3 paket sabu dengan berat sekitar 328 gram dalam anus dan 4 paket sabu lainnya seberat 436 gram dalam tabung silikon, terdakwa Ramli divonis 15 tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim dalam sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (21/7/2016).

Dalam putusan Majelis Hakim dalam sidang yang dipimpin Zulkifli didampingi Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor, vonis lebih ringan dari tuntutan JPU Rumondang Manurung yang menuntut 17 tahun.

Terdakwa Ramli terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa juga mengaku dua kali menjadi kurir dan menyeludupkan narkotika dalam kasus yang sama.

“Vonis ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan JPU. Terdakwa punya hak untuk pikir-pikir, terima, atau banding,” kata Hakim Zulkifli.

Atas vonis tersebut, terdakwa Penasihat Hukum (PH)-nya menyatakan menerima.

Begitu juga denga JPU Rumondang Manurung, menyatakan menerima amar putusan Majelis Hakim.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa mengaku disuruh terdakwa Adi, WNI yang bekerja di Malaysia.

Kemudian dijanjikan akan diberi upah Rp21 juta, jika bisa membawa 764 gram sabu yang kemudian diserahkan ke pemesannya di Medan.

Terdakwa membawa 764 gram sabu-sabu yang dibagi dalam 7 paket. Sebanyak 4 paket seberat 436 gram dimasukkan terdakwa dalam tabung silikon dan dibawa menggunakan kantong plastik dengan cara ditenteng.

“Sisanya, saya masukkan ke dalam anus,” kata terdakwa.

Saat itu terdakwa, diberikan uang sebesar 1.000 Ringgit Malaysia (RM), atau sekitar Rp 3,5 juta sebagai uang DP.

Dalam perjalanan menuju Medan, dengan rute Pelabuhan Setulang Laut, Johor Bharu Malaysia, menuju Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre (Batam) dan selanjutnya berencana ke Medan.

Namun saat melewati X-tray pelabuhan Inetrenasional Ferry Batam Centre, terdakwa berhasil dicegat petugas Bea dan Cukai (BC) Pelabuhan Batam tersebut.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 22 Juli 2016

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved