Kasus Kekerasan Anak di Batam Paling Tinggi di Provinsi Kepri

Sebanyak 141 kasus anak telah ditangai Komisi Pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri selama satu Semester tahun 2016.

Kasus Kekerasan Anak di Batam Paling Tinggi di Provinsi Kepri
TRIBUN BATAM/IAN PERTANIAN
Segoriano, 3 tahun 7 bulan, anak dari pasangan Bais dan Agustina ini, terkena siraman minyak goreng panas dirawat di IG RSUD Embung Fatimah, Minggu (17/7/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebanyak 141 kasus anak telah ditangai Komisi Pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri selama satu Semester tahun 2016.

Kasus anak tersebut disebabkan berbagai fektor.

Kasus yang paling banyak ditangai KPPAD Kepri  menyangkut pemenuhan hak-hak dasar anak seperti pendidikan, hak sipil dan hak asuh.

Dari 141 kasus tersebut, secara rinci berasal dari Tanjungpinang sebanyak 58 kasus, Batam 65 kasus, Bintan 17 kasus, dan Lingga, Natuna, Anambas dan Karimun hanya ada 1 kasus.

Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial menjelaskan ada beberapa jenis kasus anak yang terjadi di Kepri, bukan hanya kekerasan dalam seksual.

Erry menjelaskan, kasus anak dibagi dalam tiga kategori yakni Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), seperti dalam kasus pencabulan, pencurian, kekerasan, laka lantas, napza, pembunuhan, dan pornografi.

Kedua, anak dalam situasi darurat, seperti anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan seksual, anak penyalahgunaan narkoba, anak yang menjadi korban pornografi, dan kasus anak yang terjangkit HIV/AIDS.

Ketiga, dalam hal pemenuhan hak dasar seperti pendidikan, hak sipil, hak asuh dan kesehatan.

"Ini tiga jenis kasus yang terjadi kepada anak," terang Erry, saat acara perayaan Hari Anak Nasional, di Kepri Mall, Batam, Sabtu (23/7/2016).

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved