Breaking News:

Dua Pekan Empat Teror Serang Eropa: dari Bom Bunuh Diri, Truk Maut sampai Pisau Berdarah

Hanya dalam waktu dua minggu, Eropa telah menderita empat serangan yang diklaim oleh kelompok ISIS, masing-masing dua di Perancis dan Jerman.

Editor:
AP
Korban-korban tragedi truk maut di Nice, Perancis. 

Pencari suaka, yang hendak dideportasi ke Bulgaria, telah menerima perawatan di sebuah rumah sakit jiwa dan dilaporkan memiliki kecenderungan bunuh diri.

Pada 18 Juli, seorang remaja pria imigran berusia 17 tahun juga telah melakukan serangan dengan kapak dan pisau di sebuah kereta di Bavaria.

Remaja diyakini Afganistan itu, melukai lima orang, empat dari mereka adalah wisatawan Hongkong.

Anak laki-laki itu ditembak mati oleh polisi. ISIS merilis video tentang serangan oleh remaja tersebut yang sedang melaksanakan operasi penyerang mengumumkan ia akan melaksanakan "operasi" di Jerman dan menampilkan dirinya sebagai "tentara kekhalifahan".

Serangan paling dahsyat yang diklaim kelompok ISIS terjadi di Nice, Perancis selatan, tepat pada Hari Bastille atau Hari Nasional Perancis, 14 Juli lalu.

Pelakunya, Mohamed Lahouaiej-Bouhlel (31), seorang imigran Tunisia, menggunakan truk lori sebagai senjatanya.

Bouhlel menabrakkan truknya ke kerumunan massa yang sedang menonton kembang api saat perayaan Hari Bastille di Pantai Nice sehingga 84 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka.

Kelompok ISIS yang berbasis di Raqqa, Suriah, mengatakan, Bouhlel ditugaskan untuk melakukan serangan "demi menanggapi seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi" yang memerangi kelompok jihadis di Irak dan Suriah. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved