Rabu, 3 Juni 2026

Ini Kronologi Kerusuhan di Tanjungbalai Asahan yang Mencekam Warga Disana

Kerusuhan di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan yang berujung pada isu SARA juga menyebabkan satu vihara dan empat kelenteng hangus terbakar, Jumat malam

Tayang:

BATAM.TRIBUNNEWS.COM- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Tito Karnavian akan ke Sumatera Utara untuk menyikapi kerusuhan yang terjadi hari ini.

"Rencananya Kapolri akan tiba di Polda pukul 15.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016) sebagaimana dikutip Tribunnews.com.

Ia mengatakan, Kapolri berkunjung ke Sumatera Utara untuk meninjau perkembangan dan penanganan kerusuhan di Kabupaten Karo dan Kota Tanjungbalai. Namun, belum ada kepastian Kapolri akan ke dua daerah tersebut atau tidak.

Kerusuhan di Kota Tanjungbalai pada Jumat (29/7/2016) hingga Sabtu pagi menyebabkan sembilan rumah ibadah milik umat Buddha rusak.

Tujuh warga yang melakukan penjarahan telah diamankan dalam kerusuhan tersebut.

Sementara kerusuhan di Kabupaten Karo menyebabkan seorang warga tewas.

Kerusuhan di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan yang berujung pada isu SARA juga menyebabkan satu vihara dan empat kelenteng hangus terbakar, Jumat (29/7/2016) malam.

Persoalan bermula dari adanya keluhan seorang warga bernama Meliana (41) warga Jl Karya Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota, Tanjung Balai, Sumatera Utara terhadap suara azan yang dikumandangkan di Masjid Al Maksum Jl Karya.

Sebelum kericuhan meledak, Meliana mendatangi nazir masjid menyampaikan keluhan. Ia merasa terganggu dengan suara azan yang dikumandangkan pihak masjid.

"Setelah oknum tadi menyampaikan keluhan, pihak masjid kemudian mendatangi kediaman wanita bernama Meliana (setelah salat Isya). Lalu, karena timbul keributan, pihak kepala lingkungan dan kelurahan setempat yang kooperatif kemudian membawa masing-masing pihak ke polsek setempat untuk dimediasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016).

Di tengah mediasi, warga yang mendapat informasi lantas berkumpul di depan polsek.

Entah bagaimana, jumlah warga semakin bertambah dan bergerak ke Vihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jl Karya dan kemudian melakukan pengerusakan.

"Dari informasi sementara, vihara di Pantai Amor terbakar. Kemudian, turut dibakar 3 unit kelenteng serta 3 unit mobil dan tiga unit sepeda motor," kata Rina.

Selain itu, sambung Rina, ratusan warga turut merusak barang-barang di dalam kelenteng Jl Sudirman.

Kemudian, di Jl Hamdoko barang di dalam kelenteng dirusak dan praktek pengobatan tinghoa dihancurkan serta satu unit motor nyaris dibakar.

Di Jl KS Tubun, massa merusak barang-barang yang ada dalam klenteng dan satu unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri. Di Jl Imam Bonjol masyarakat membakar barang-barang yang ada dalam satu vihara.

Kemudian, di Jl WR Supratman massa merusak isi bangunan yayasan sosial dan merusak 3 unit mobil. Di Jl Ahmad Yani, massa merusak pagar vihara. Serta di Jl Ade Irma, massa membakar barang-barang yang ada dalam satu unit klenteng.(tribun medan, ray)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved