Begini Suasana Dramatis di Kabin Pesawat Emirates yang Mendarat Tanpa Roda

Dalam sekejap, kabin dipenuhi asap. Tidak ada pengumuman. Pintu darurat dibuka paksa

Begini Suasana Dramatis di Kabin Pesawat Emirates yang Mendarat Tanpa Roda
Al Arabiya
Foto yang beredar di media sosial menyebut pesawat milik maskapai Emirates diselubungi asap setelah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Dubai, Rabu (3/8/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Pesawat Boeing 777 nomor EK521 milik maskapai Emirates yang mengalami 'crash landing' penuh drama.

Salah satu penumpang menceritakan situasi mengerikan saat pesawat Emirates Airline mengalami crash landing di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut.

Penumpang menyebut kabin pesawat dipenuhi asap dan pintu darurat dibuka paksa.

"Dalam sekejap, kabin dipenuhi asap. Tidak ada pengumuman. Pintu darurat dibuka paksa," tutur salah penumpang pesawat Emirates seperti dilansir NDTV.

Tayangan televisi dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan asap pekat dan tebal membubung dari badan pesawat yang terbakar. Sayap bagian kanan terbakar dan sebagian mesin pesawat terlihat rontok ke bawah.

Seorang pilot yang menyaksikan langsung insiden ini, menuturkan kepada NDTV, bahwa dirinya melihat pesawat bergerak cepat saat akan mendarat dan bagian ekor pesawat yang menyentuh landasan terlebih dulu.

"Kami melihat kobaran api besar, kemudian badan pesawat menyentuh landasan dan roda bagian kanan patah, diikuti oleh mesin bagian kanan yang terlepas. Pesawat kemudian tergelincir sebentar sebelum akhirnya berhenti," terang pilot yang tidak menyebut namanya.

Dampak dari insiden ini, keberangkatan semua penerbangan dari bandara Dubai ditunda dan pesawat yang hendak mendarat dialihkan ke bandara lain.

Penyebab insiden ini belum diketahui pasti. Maskapai Emirates memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Roda pesawat yang gagal berfungsi diduga menjadi penyebab kecelakaan pesawat Emirates di Bandara Internasional Dubai. Beredar kemudian laporan soal roda pesawat yang gagal berfungsi, yang diduga menjadi penyebab pesawat itu gagal mendarat sempurna.

Saksi mata juga menyebutkan bahwa saat pendaratan, pesawat itu menjejak landasan secara keras dan terseret cukup jauh pada aspal landasan. Ada juga saksi lain yang mengatakan pesawat itu terlihat mendarat pada bagian perutnya yang terseret di aspal.

Kendati demikian, belum ada keterangan resmi dari maskapai mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Semuanya kini tengah dalam penyelidikan.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved