Kenapa Obama Begitu Memuja Wanita, Inilah Jawabnya
Menurut Obama, tugas untuk melawan seksisme ini tidak hanya berada di tangan wanita, tetapi juga pria.
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC - "Orang-orang terpenting dalam hidupku selalu wanita,” tulis Barrack Obama di majalah wanita Glamour.
Di hari ulang tahunnya yang ke-55 (4 Agustus 2016), presiden Amerika Serikat tersebut menulis sebuah esai luar biasa mengenai feminisme.
Tidak hanya merefleksikan hubungannya bersama ibu, nenek, istri, dan kedua putrinya; Obama juga menulis mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai wanita.
“Aku melihat bagaimana Michelle (Obama) berusaha untuk menyeimbangkan kariernya dan keluarga. Seperti ibu yang bekerja lainnya, dia khawatir dengan ekspektasi dan anggapan orang lain mengenai caranya menangani keduanya,” tulisnya.
Dia melanjutkan, “Walaupun telah mencapai kesuksesan dengan kekuatannya sendiri, dia masih memiliki keraguan, dia harus khawatir mengenai bagaimana dia terlihat, apakah dia terlalu tegas atau terlalu ‘marah’.”
Lalu, mengenai kedua putrinya, dia menulis, “Kamu melihat isyarat-isyarat sosial yang diberikan melalui budaya. Kamu merasakan tekanan besar yang dialami anak-anak perempuan untuk bersikap dan berpikir dengan cara tertentu.”
Melalui esai ini, Obama juga mengajak semua orang untuk menghentikan seksisme, tidak hanya yang terlihat oleh mata tetapi juga yang telah mendarah daging dalam sikap masyarakat.
“Kita harus mengubah sikap yang membesarkan anak-anak perempuan menjadi pendiam dan anak laki-laki menjadi tegas, yang mengkritik putri-putri kita untuk menyuarakan diri mereka dan putra-putra kita karena menitikkan air mata,” ajaknya.
Menurut Obama, tugas untuk melawan seksisme ini tidak hanya berada di tangan wanita, tetapi juga pria.
“Sebuah kewajiban bagi pria untuk ikut melawan seksisme. Dan sebagai suami, pasangan, dan pacar; kita harus berusaha keras dan bersikap sengaja dalam menciptakan hubungan yang benar-benar setara,” tulisnya.
Obama juga melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilakukan wanita untuk mencapai hari ini, ketika seorang wanita (Hillary Clinton) menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat yang ke-45.
Dia menilai hal ini sebagai sebuah momen bersejarah bagi negara Amerika Serikat yang telah berdiri sejak 240 tahun yang lalu.
“Aku ingin putri dan putra kita melihat bahwa hal ini merupakan warisan untuk mereka,” ungkapnya.
Obama lalu meminta generasi berikutnya untuk terus berjuang agar Amerika menjadi tempat dimana setiap anak bisa melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya.
“Inilah arti feminisme di abad ke-21, sebuah ide di mana semua orang sama dan kita semua bebas,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/obama_20160806_211952.jpg)