Breaking News:

Muslim Perancis Usulkan Pajak Makanan Halal untuk Kemandirian Masjid dan Perangi Radikalisme

Asosiasi Muslim Perancis mengusulkan pajak atas makanan halal untuk mendanai pembangunan dan pelayanan masjid dan memerangi radikalisasi.

Editor:
www.thetimes.co.uk
Ilustrasi produk halal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PARIS- Asosiasi Muslim Perancis mengusulkan pajak atas makanan halal untuk secara mandiri mendanai pembangunan dan pelayanan masjid dan memerangi radikalisasi.

Situs berita The Independent melaporkan, pungutan hasil pajak itu untuk kepentingan yayasan pengelola masjid-masjid di Perancis untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan asing.

Kelompok berpengaruh yang mewakili Muslim Perancis mengusulkan pajak atas bahan makanan halal, tulis media tersebut pada Minggu (7/8/2016).

Menurut kelompok Muslim tersebut, dana akan disalurkan lewat yayasan untuk membiayai berbagai kebutuhan di masjid-masjid dan untuk melawan radikalisasi menyusul serangkaian serangan teror.

Anouar Kbibech, Presiden Dewan Muslim Perancis (CFCM) menguraikan rencana tersebut.

Kbibech mengatakan, CFCM ingin mendirikan sebuah yayasan baru yang akan membantu memungut pajak untuk mengurangi donasi asing di tengah kekhawatiran terhadap ekstremisme.

Gagasan tersebut telah didukung oleh politisi sayap kanan dan kiri, meskipun ada keraguan bagaimana kelak pajak tersebut dapat diimplementasikan.

"Idenya sudah ada sejak CFCM didirikan," kata Kbibech kepada televisi Perancis, BFMTV.

"Kami telah mencapai kesepakatan pertama, yakni penandatanganan kerangka agama dalam piagam halal CFCM, lembaga yang menentukan kriteria halal di Perancis.

"Pada musim gugur kami akan membahas bagian kedua, yang merupakan kontribusi keuangan dari organisasi halal untuk peribadahan," katanya.

Dana yang terkumpul akan digunakan antara lain untuk membayar gaji imam, pembangunan dan kegiatan operasional masjid.

Usulan itu muncul setelah Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, mengeluarkan larangan bagi donasi asing untuk pembangunan tempat ibadah di tengah kekhawatiran atas ekstremisme menyusul serangkaian serangan teror.

"Kita hidup di era yang berubah dan kita harus mengubah perilaku kita. Ini adalah revolusi dalam budaya keamanan kita ... memerangi radikalisasi akan menjadi tugas generasi ini," kata Valls.

"Perlu ada kajian menyeluruh untuk membentuk hubungan baru dengan Islam Perancis," ujar PM Perancis itu. (kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved