Wacana Full Day School

Bupati Purwakarta Tegas Menolak Wacana Penerapan Full Day School. Ini Alasannya

Dedi menilai, full day school hanya untuk anak perkotaan yang kedua orangtuanya sibuk dengan berbagai pekerjaan

Bupati Purwakarta Tegas Menolak Wacana Penerapan Full Day School. Ini Alasannya
KOMPAS.com/Reni Susanti
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menolak wacana penerapan full day school yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Jangan hanya lihat Jakarta. Lihat Papua, Kalimantan, Sumatera, bahkan Jawa Barat.

Tidak semua sekolah cocok dengan penerapan full day school," ujar Dedi saat dihubungi, Selasa (9/8/2016).

Dedi menilai, full day school hanya untuk anak perkotaan yang kedua orangtuanya sibuk dengan berbagai pekerjaan.

Namun, full day school juga akan efektif jika fasilitas di sekolah memadai.

"Fasilitasnya harus memadai. Laboratorium, ruang seni, ruang olahraga, harus representatif.

Begitupun dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Paskibra, harus bagus," tuturnya.

Dengan fasilitas mumpuni, lanjutnya, selama seharian anak bisa tidak memegang buku.

Mereka bisa menyalurkan bakat dan ekspresinya lewat kegiatan yang mereka sukai.

Namun bagi sekolah yang fasilitasnya tidak memadai, anak hanya akan depresi.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved