Cengkram Kuku di Laut Cina Selatan, Cina Bangun Hangar Pesawat di Pulau Sengketa

Foto-foto satelit terbaru memperlihatkan, Cina telah membangun hanggar pesawat di tiga pulau sengketa di Laut Cina Selatan (LCS).

Cengkram Kuku di Laut Cina Selatan, Cina Bangun Hangar Pesawat di Pulau Sengketa
REUTERS via kompas.com
Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC – Foto-foto satelit terbaru memperlihatkan, Cina telah membangun hanggar pesawat di tiga pulau sengketa di Laut Cina Selatan (LCS).

Kantor berita Reuters yang dikutib Tribun Batam dari kompas.com, Selasa (9/8/2016), melaporkan, langkah Cina itu untuk memperkuat cengkeramannya di kawasan sengketa yang sebagian besar diklaimnya secara sembrono.

Lembaga kajian berbasis di Washington DC, AS, pada Senin (8/8/2016) waktu setempat mengatakan, foto-foto satelit itu diambil pada akhir Juli lalu.

Hanggar, sebuah bangunan tertutup untuk memarkir pesawat, dibangun di pulau-pulu karang Fiery Cross, Subi, dan Mischief Reefs di gugus kepulauan Spratly.

Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), hanggar itu digunakan untuk menyembunyikan sejumlah jet tempur milik Angkatan Udara Cina.

"Selain kunjungan singkat pesawat transportasi militer ke Fieri Cross Reef awal tahun ini, tidak ada bukti bahwa Beijing telah mengerahkan pesawat militer ke pos-pos tersebut,” kata CSIS.

“Namun, dengan adanya percepatan pembangunan hanggar sebagai perkuatan tiga pulau itu menunjukkan bawah strateginya mungkin telah berubah," tambah CSIS.

Citra satelit terbaru muncul sekitar sebulan setelah Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) di Den Haag, Belanda, memutuskan bahwa Cina tidak berwenang mengklaim seluruh LCS.

Amerika Serikat telah mendesak Cina dan pengklaim lainnya untuk tidak melakukan militerisasi kepemilikan mereka di LCS.

Beijing telah dengan tegas menolak keputusan PCA dan bahkan telah berulang kali menyangkal adanya upaya militerisasi di LCS sebagaimana dituding Washington.

Telah berulangkali pula Beijing menegaskan, fasilitas yang dibangun adalah untuk kepentingan sipil dan pertahanan diri. Beijing juga mengeritik keterlibatan AS di perairan LCS.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan China tidak segera dapat memberikan keterangan terkait pembangunan hanggar tersebut.

Namun, CSIS mengatakan, hanggar mengindikasikan adanya penguatan struktural oleh China di LCS. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved