Bermain Bola Api dari Buah Sukun, Bocah di Karimun Terbakar hingga 80 Persen

bola api mengenai tubuh korban. Akibatnya api menyebar dengan cepat di tubuh siswa kelas II SD itu.

Bermain Bola Api dari Buah Sukun, Bocah di Karimun Terbakar hingga 80 Persen
IStimewa
ilustrasi terbakar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Seorang bocah yang diketahui warga RT 02/RW 09 Wonosari, Kelurahan Baran, Meral, bernama Rahmat terbakar setelah bermain bola api bersama saudaranya.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (7/8/2016) lalu.

Berawal ketika korban dan kakak laki-lakinya mendapatkan buah sukun kering dan memainkannya sebagai bola kaki.

Tak hanya sebatas itu saja, kedua kkak beradik itu kemudian merendamnya dengan minyak tanah dan membakar buah Sukun tersebut.

Mereka pun kembali bermain sepak bola menggunakan Sukun yang terbakar itu.

"Mungkin mereka mau main bola api seperti di televisi itu," kata seorang warga, Baran yang dijumpai di RSUD Karimun, Rabu (10/8/2016) sore.

Namun ketika tengah bermain, bola api mengenai tubuh korban. Akibatnya api menyebar dengan cepat di tubuh siswa kelas II SD itu.

Diduga api menyebar setelah sebuah pemantik api yang ada di dalam kantong pakaiannya ikut meledak.

"Kena mancis (pemantik) yang ada di koceknya (saku)," ujar perempuan yang merupakan tetangga korban itu.

Melihat api semakin membesar Rahmat yang tak kuasa menyaksikannya, sang kakak langsung pingsan.

Tetangga sekitar yang mengetahui hal tersebut langsung memadamkan api dan membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat ini Rahmat diketahui masih mendapatkan perawatan yang intensif di ruang ICU RSUD Karimun.
Seorang petugas RSUD mengatakan jika luka bakar yang diderita korban hampir mencapai 80 persen.

"Masuknya sekitar empat hari yang lalu. Sekarang sedang dirawat di ICU. Luka korban sekitar 80 persen," jelas petugas yang tak mau namanya dikorankan itu. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved