Upaya Kudeta di Turki

Dinilai Terkait Kudeta, Turki Peringatkan Peningkatan Rasa Benci terhadap Amerika Serikat

Pemerintah Turki di Ankara, Selasa (9/8/2016), mengancam membatalkan perjanjian tentang pendatang dengan Uni Eropa (UE).

Dinilai Terkait Kudeta, Turki Peringatkan Peningkatan Rasa Benci terhadap Amerika Serikat
STR / AFP TURKISH PRESIDENTIAL PRESS OFFICE / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istrinya, Emine menyapa ratusan ribu pendukungnya yang memadati distrik Yenikapi, Istanbul, Minggu (7/8/2016), dalam aksi unjuk rasa mendukung pemerintah. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ISTANBUL – Pemerintah Turki di Ankara, Selasa (9/8/2016), mengancam membatalkan perjanjian tentang pendatang dengan Uni Eropa (UE).

Ankara juga memperingatkan akan peningkatan rasa benci kepada Amerika Serikat (AS) akibat ketiadaan kesetiakawanan dari Barat terkait upaya kudeta, pertengahan Juli lalu, seperti dilaporkan Reuters yang dikutip Tribun Batam dari kompas.com.

Pernyataan keras tersebut disampaikan sejumlah pejabat tinggi Turki di Ankara, di tengah kunjungan Presiden Tayyip Erdogan ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Sejak upaya kudeta, yang berakhir dengan kegagalan, pada 15 Juli, Turki melancarkan pembersihan besar-besaran dalam tubuh militer, lembaga negara, universitas, sekolah, serta media. Kebijakan itu dikecam Barat.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag menyatakan rasa benci kepada Amerika Serikat hanya bisa reda jika Washington memulangkan Fethullah Gulen, ulama Turki yang menetap di Pennsylvania, AS.

Gulen telah dituding sebagai dalam percobaan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Erdogan.

"Ada rasa tak suka AS yang besar di Turki bisa berubah menjadi kebencian. Semuanya di tangan AS untuk menghentikan hal ini," kata Bozdag kepada stasiun televisi Anadolu.

"Keputusan ekstradisi Gulen adalah hal politis. Jika tidak, makan Turki akan dijadikan korban untuk seorang teroris," kata dia kepada Reuters.

Dalam menanggapi permintaan ekstradisi itu, Washington menegaskan bahwa Ankara harus memberikan bukti kuat keterlibatan Gulen dalam percobaan kudeta tersebut.

Hubungan Amerika Serikat dengan Turki yang memburuk juga menular ke Uni Eropa. Beberapa negara anggota kelompok itu bereaksi keras atas pembersihan oleh Ankara atas para terduga pelaku upaya kudeta.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved